Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Saturday, 23 February 2013

Pisang Bertandan Tujuh Hebohkan Warga Wawo

Pohon Pisang Bertandan Tujuh
KM. LENGGE WAWO,- Pohon pisang yang bertandan tujuh menghebohkan warga Desa Ntori Kecamatan Wawo. Puluhan warga baik dari desa setempat dan desa lain ingin menyaksikan dari dekat keunikan buah dan tandan pisang yang bercabang-cabang itu. Bayangkan, yang keluar pertama bercabang tiga dan buahnya sudah besar, sedangkan satu cabang lagi memiliki empat tandang.

Pantauan kami di lokasi, Senin (18/2), pisang yang ditanam oleh M Ali di samping rumahnya di RT 02 RW 01 Desa Ntori. Batang pisang itu, sempat dipotong karena hendak bercabang dua. Namun, ternyata memang bercabang karena tandan yang keluar pertama bertandan tiga hingga kini memiliki tandan tujuh. 

Bapak delapan anak itu, mengaku heran dengan batang pisang yang hanya berdiameter 25 centimeter (Cm), tetapi memiliki keunikan. Riwayatnya, Sirajudin anaknya yang tinggal dan beristrikan warga Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur mengambil bibit pisang di rumah Sulaiman tetangganya di Kelurahan Dodu.

Pisang milik Sulaiman itu, katanya, diambil dari Kecamatan Tambora dan juga bertandan lima saat Pemilihan Umum Walikota Bima 2008 lalu. Kini ternyata bersamaan dengan Pemulu Walikota Bima 2013 juga mengeluarkan tandan yang banyak. Namun, hanya tiga tandan yang mulai besar buahnya.
“Pisang ini ditanam tahun lalu dan baru berbuah tahun ini. Batang pohon pisang ini pernah dipotong karena bercabang,” katanya.
 
Hal senada dikemukakan Ahmad putra ketiga M. Ali dan Abbas M Saleh Adik kandung M. Ali. Mereka mengaku sejak munculnya tujuh  tandan pisang yang unik di halaman rumahnya, selalu banyak pengunjung yang ingin melihat dan memotret keunikan pisang itu. Bahkan, Camat Wawo, Drs Muhammad Rum dan rombongan datang ke lokasi itu.
 
Mereka, katanya, ada yang hanya ingin melihat dan mengabadikan tandang pisang itu, tetapi ada juga yang meminta agar bunga tadan pisang itu untuk menyuburkan kandungan. Namun, diingatkan tak ada kaitan dengan penyubur kandungan. “Kalau nggak dilarang seperti itu habis tandang pisang diambil. Makanya kita pagar agar tidak ada yang bisa masuk  di sekitar pohon pisang itu,” kata Ahmad yang diamini pamannya.
Namun, ada yang menyarankan agar disiapkan kota amal, tetapi pihak keluarganya tidak membolehkan karena kuatir menyulitkan warga yang ingin menyaksikan keunikan pisang itu.

0 comments:

Post a Comment