Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Wednesday, 20 February 2013

Uma Lengge Dan Budaya Desa Maria



KM. LENGGE WAWO,- Indonesia terkenal dengan beribu-ribu pulau. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, tidak heran bila keindahan pantainya menjadi salah satu andalan utama pariwisata Indonesia. Selain di Bali, pantai-pantai di di Provinsi “sebelah” Bali, yaitu di Nusa Tenggara Barat (NTB) juga tak kalah indahnya, diantaranya Pantai Senggigi, Pantai Gili Trawangan, dan Pantai Gili Air. Meski demikian, ternyata adat istiadat yang dilestarikan oleh masyarakat setempat justru menjadi daya tarik bagi wisawatan untuk berkunjung ke NTB, sebagaimana budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan.

Selain terkenal karena pacuan kudanya, daya tarik wisata di NTB lainnya adalah rumah tradisionalnya yang disebut Uma Lengge dan Uma Jompa, salah satu rumah adat tradisional peninggalan asli nenek moyang suku Bima yang dulunya berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi. Lokasi kedua peninggalan adat tersebut terletak di Desa Maria, Kecamatan Maria, Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa. Perjalanan menuju ke sana dapat ditempuh dari Mataram selama kurang lebih 45 menit perjalanan udara menuju Bandara Muhammad Salahuddin dengan pesawat kecil berpenumpang ± 20 orang.

Pada masa lalu, padi disimpan di Uma Lengge atau Uma Jompa untuk kebutuhan satu tahun. Penempatannya yang terpisah dengan rumah tinggal penduduk konon dimaksudkan untuk mencegah efek domino yang merugikan apabila terjadi bencana kebakaran. Dengan demikian, apabila rumah tempat tinggal penduduk terbakar, maka padi yang disimpan di dalam Uma Lengge atau Uma Jompa tidak akan ikut terbakar, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itulah, kompleks Uma Lengge di Desa Maria dibangun agak jauh dari pemukiman penduduk.


Secara umum, struktur Uma Lengge berbentuk kerucut setinggi 5-7 cm, bertiang empat dari bahan kayu, beratap alang-alang yang sekaligus menutupi tiga perempat bagian rumah sebagai dinding dan memiliki pintu masuk di bagian bawah. Untuk bagian atap, terdiri atas atap uma atau butu uma yang terbuat dari daun alang alang, langit-langit atau taja uma yang terbuat dari kayu lontar, serta lantai tempat tinggal terbuat dari kayu pohon pinang atau kelapa. Pada bagian tiang uma juga digunakan kayu sebagai penyangga, yang fungsinya sebagai penguat setiap tiang-tiang Uma Lengge. Uma Lengge terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk menerima tamu dan kegiatan upacara adat. Lantai kedua berfungsi sebagai tempat tidur sekaligus dapur. Sementara itu, lantai ketiga digunakan untuk menyimpan bahan makanan, seperti padi.


Di desa Maria, terdapat satu kompleks Uma Lengge atau Uma Jompa yang masing-masing dimiliki oleh warga sekitar. Meskipun rumah-rumah tersebut kebanyakan tidak lagi digunakan sebagai tempat penyimpanan padi, namun karena banyaknya Uma Lengge atau Uma Jompa yang ada di satu lokasi komplek tersebut, kesan yang didapat sungguh unik dan berbeda. Tak pelak, kompleks ini layak untuk dijadikan salah satu tujuan tempat wisata di Provinsi NTB.


Seiring perubahan zaman, Uma Lengge maupun Uma Jompa banyak yang mengalami degenerasi kualitas. Banyak tiang kayu dan atapnya sudah rusak. Di sinilah peran pemerintah pusat dan daerah dibutuhkan guna melestarikan bangunan adat yang telah termakan usia. Pemerintah pusat perlu turun tangan karena Uma Lengge dan Uma Jompa adalah bagian dari kebudayaan nasional. Sementara itu, peran pemerintah daerah Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat juga harus ada karena kedua rumah tradisional tersebut ada dan terletak di daerah tersebut. Pemerintah melalui dana APBN dapat membantu merehabilitasi dan mengembangkan daerah tersebut sehingga dapat dijadikan daerah wisata yang lebih terkenal lagi.

Di samping itu, sinergi antarkementerian jelas diperlukan dalam mengembangkan Uma Lengge dan Uma Jompa. Misalnya, Kementerian Pariwisata dapat menggencarkan mempromosikan Uma Lengge dan Uma Jompa di Desa Maria sebagai salah satu objek wisata di NTB. Kemudian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dapat membantu merevitalisasi Uma Lengge dan Uma Jompa yang sudah mengalami kerusakan, seperti mengganti atap yang sudah rusak dengan seng atau mengganti kayu yang sudah lapuk, sehingga Uma Lengge dan Uma Jompa tetap berdiri dan dapat dinikmati keindahannya.


Sudah seharusnya promosi dan penataan dilakukan sehingga akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung, baik dalam rangka berwisata budaya maupun peneliatian-penelitian ilmiah. Pelestarian Uma Lengge dan Uma Jompa juga berguna untuk kepentingan pariwisata dan Pendapat Asli Daerah (PAD) NTB. Oleh karena itu, selain campur tangan pemerintah pusat, peran dari Dinas Pariwisata di daerah juga diperlukan untuk membantu mengembangkan lokasi ini. Uma Lengge dan Uma Jompa dapat menjadi kebanggaan Nusa Tenggara Barat karena keunikan dan nilai sejarah lokal yang dimilikinya. Keduanya merupakan warisan leluhur yang sangat berarti bagi generasi selanjutnya karena menjadi bukti sejarah dan sumber cerita masa lalu bagi generasi yang akan datang.

Sumber: pustaka.pu.go.id

0 comments:

Post a Comment