Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Saturday, 30 November 2013

Siswa SMA 1 Wawo Keluhkan Pemotongan BSM


KM. LENGGE WAWO,- Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Wawo, tahun ajaran 2013/2014 ini berhasil mengusulkan 411 siswa dari 729 siswa untuk mendapatkan Bantuan Siswa Miskin (BSM) kepada Pemerintah Pusat.

Ketua Komite SMAN 1 Wawo, H Hasan Syarif, S.Pd, mengatakan, jumlah siswa yang mendapatkan BSM tahun ini meningkat tajam dan mungkin yang terbanyak di Kabupaten Bima karena hanya 318 siswa saja yang tidak mendapatkan BSM itu. Bukan hanya itu, sesuai laporan pihak sekolah, siswa miskin yang belum terkafer namanya dibantu oleh siswa lain yang mendapatkan BSM dengan memberikan sebagian yang mereka peroleh. Namun, sebelum siswa menyerahkan sebagian haknya kepada siswa lain mereka membuat pernyataan, sehingga seluruh siswa SMAN 1 Wawo mendapatkan kecipratan dana itu. “Pernyataan siswa dan orang tua siswa itu sebagai bentuk kebersamaan yang digalang siswa dan orang tua siswa. Pernyataan itu dibuat sehari setelah siswa menerima BSM,” ujarnya di sekolah setempat, Rabu (27/11).

Bagaimana dengan keluhan siswa terhadap pemotongan itu? Kepala SMAN 1 Wawo, Muhtar, S.Pd, menjelaskan, dana BSM itu telah diterima secarah utuh oleh siswa setelah diterima di kantor Pos. Penerimaan itu dibuktikan dengan SPJ yang ditandatangani siswa yang bersangkutan. Bahkan saat membuat pernyataan, kata dia, dihadiri sebanyak 600 lebih orang tua siswa dan disaksikan oleh Kepala UPT Dinas Dikpora Wawo, Komite Sekolah, guru dan kepala sekolah. Bahkan, ada notulen rapat yang mencantumkan nota kesepahaman orang tua siswa yang berkaitan dengan penyerahan sebagian BMS kepada siswa lain yang juga membutuhkan. Jadi dana yang diterima siswa yang punya hak, katanya, sebanyak Rp700 ribu dari jumlah keseluruhan Rp1 juta/siswa miskin. Sisanya diberikan
kepada siswa lain yang belum beruntung. Dari pihak sekolah, katanya, tidak berani memotong se senpun. Bahkan, tahap pengurusan menggunakan dana komite. Demikian juga dengan foto copy dibuat sendiri oleh pihak sekolah, kartu pelajar juga dibuat secara gratis. “Semua itu dilakukan secara sukarela oleh pihak sekolah,” katanya.

Dari jumlah 411 siswa yang memeroleh BSM, katanya, sebanyak 40 siswa yang benar-benar miskin dibebaskan dari biaya sekolah, 90 siswa membayar setengah dari uang komite yang nilai keseluruhannya sebanyak Rp500 ribu. Namun, pihak sekolah tidak memaksakan mereka membayar
komite dengan dana BSM itu. Buktinya, dari Rp400 juta lebih hanya Rp. 90 juta yang membayarkan kembali ke dana komite sekolah. Selebihnya, mereka gunakan sendiri. (AJI)

0 comments:

Post a Comment