Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Sunday, 8 December 2013

Usaha Tanaman Cabe Menjanjikan


KM. LENGGE WAWO,- Usaha agro bisnis melalui menanam cabe di Kabupaten Bima sangat menjanjikan. Pegawai Honor Daerah (Honda) Unit Pelaksana Teknik (UPT) Dinas Perkebunan Kecamatan Wawo, Ahmad Kadafi (34), membuktikan hal itu.

Kini usahanya, tidak sepi dari pembeli dari daerah dataran tinggi Wawo, belum lagi permintaan pasar di Kota dan Kabupaten Bima. Tidak hanya itu, kata dia, pengecer cabe dari Sumba Barat NTT meminta disiapkan 100 kilogram (kg) setiap hari, tetapi saat ini baru mampu menyiapkan 40 (kg)/minggu dengan harga sekitar Rp15 ribu/20 ribu. “Saya kewalahan memenuhi permintaan. Saya cukupkan dahulu permintaan pasar sekitar Wawo saja karena panen masih sedikit,” ujarnya di Desa Maria Utara, Minggu (8/12). 

Awalnya, kata Dafid, ingin coba-coba meluangkan waktu untuk bertani dengan menyiapkan lahan milik orang tuanya sekitar 40 are, sedangkan bibit disemai sendiri. Awal menanam saat Pemilihan Umum Gubernur NTB bulan Mei 2013 lalu dan panen pertama sekitar September dan hanya beberapa kilogram saja, tetapi bulan Oktober lalu bias mencapai 20 hingga 30 kg dan kini sekitar 40 kg dengan harga di tempat sekitar Rp15 ribu/kg. 


“Alhamdulillah saya mulai merasakan kucuran keringat sendiri. Namun, yang lebih menggembirakan kini sudah banyak warga sekitar yang ingin menanam cabe,” kata bapak dua anak ini. Soal pasar, katanya, setiap harinya permintaan akan cabe, semakin bertambah dan harganya juga relative stabil. Karena itu, budidaya Cabe ini menjadi peluang usaha yang masih sangat menjanjikan, bukan hanya untuk pasar lokal saja namun juga berpeluang untuk memenuhi pasar di Kota dan Kabupaten lain. 

Usaha itu, katanya, tidak terlalu jelimet dan cukup menguntungkan, menarik minat para petani di daerah dataran tinggi, dataran rendah, hingga daerah pesisir pantai. Jenis cabe juga cukup bervariasi, beberapa jenis dibedakan berdasarkan ukuran, bentuk, rasa pedasnya dan warna buahnya. saya. “Saya sendiri baru mencoba menanam jenis cabe cabe rawit. Kita sesuaikan dengan permintaan konsumen, yang banyak menggunakan jenis cabe tersebut sebagai penyedap masakan,” katanya. 


Hanya saja, kata dia, petani cabe berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, pemerintah propinsi NTB maupun pemerintah pusat mendorong usaha ini agar lebih berkembang lagi. Caranya, dengan membangun cekdam atau pompa air. Dia mencontohkan dirinya, jarak dengan sungai hanya sekitar 100 meter, karena tidak ada cek dam terpaksa menggunakan mesin penarik air. Namun, cara ini harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli pipa dan bahan bakar minyak (BBM). 

Petani di Wawo, hanya mengandalkan tadah hujan, tentu dengan dibangunkan cekdam akan membantu petani meringankan beban biaya. “Kita berharap camat dan kepala desa harus memiliki kesamaan visi untuk membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan usaha di bidang pertanian,” katanya. (Aji)

1 comments:

Post a Comment