Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Sunday, 28 September 2014

MAKHLUK SIBUK


KM.LENGGE WAWO,- Kalau boleh membanggakan diri, bisa dibilang gua-lah makhluk tersibuk sejagat raya. Betapa tidak? Tak kenal siang, tak kenal malam, gua selalu sibuk ke sana ke mari. Dan, kadang pula tidak jelas akan ke mana. Ibarat Nakhoda Kapal, terkadang bisa kehilangan arah. Atau, ibarat penumpang pesawat rute panjang, kerap transit sana sini. Semua itu gua lakukan demi pekerjaan. Keren, kan?! Tapi, ah! Andai ada pekerjaan lain yang lebih menjanjikan, gua mau sesekali tidur santai di atas 'spreibed', duduk merokok sambil menggoyang-goyangkan kaki di atas kursi raja. Tapi, ya....

"Malam ini kau ada 'job' lagi, kah?"

Kadang terdengar seseorang bertanya seperti itu. Seakan mengejek saja. Itu kedengarannya sial sekali, tahu nggak. Padahal, gua sudah bilang, makhluk tersibuk sejagat raya, ya, gua ini. Otomatis gua kebanjiran 'job'-lah. Apa ia sudah pikun?

"Tidak ada!"

Sesekali gua menjawab sekonyong-konyongnya. Ia mau memikirkan atau memilih melupakan saja jawaban gua itu bodoh amat. Bila meniru bahasa orang jawa, "Sekarepmu dewe berdower-dower, deh!"

Sekarang, apalagi yang bisa ditanyakan pada gua? Akan gua jawab apa saja yang bisa keluar dari mulut gua, sekalipun kedengarannya beringas atau tidak memuaskan. Gua kasih tahu, ya. Gua sudah cukup stress dengan kerjaan yang seabrek itu. Malah ada saja yang iseng mau menambah beban otak gua. Lama-lama gua jadi orang super aneh, tahu nggak?!

"Sssttt..., jangan berisik. Lo di sini aja jagain gua." Samar-samar gua dengar bisikan, yang sepertinya oleh dua orang di sisi luar jendela kamar.

Dan, astaga! Otak gua langsung bereaksi. Langsung berpikir yang aneh-aneh. Jangan-jangan...? Ih, takuuuttt...

KRAAAKKK!
PLAKKK!!!

Alamak, suara apalagi itu? Kedengarannya seperti suara injakan kaki pada ranting rapuh dan tamparan pipi. Seberingas-beringasnya bahasa gua, tapi aslinya penakut akut, lho. Alhasil, gua lebih memilih bersembunyi di almari daripada sok berani, berpura-pura menegur orang-orang yang gua curigai sebagai maling itu. Ya, padahal, gua ingin sekali membuat mereka lari terbirit-birit dengan suara khas gua, keberingasan:

"WOOOIII..., MAU MALING, YA?! SINI LO KALAU BERANI!"

Begitu. Tapi, ya, sudahlah. Gua memang payah. Dan, gua sadar betul akan itu. Nasib, nasib...
Jadi sesuatu yang dianggap berharga tapi sering mengundang aksi kejahatan. Keamanan gua terenggut, tahu nggak! Mana di negara ini belum ada undang-undang yang mengatur pelindungan terhadap gua.

Itu baru salah satu dari kejadian yang kerap menimpa gua. Bagi yang sangat membutuhkan, nekat melakukan apa saja demi mendapatkan jasa gua. Macam nggak kenal Tuhan, tidak peduli lagi mana haram mana halal. Pokoknya disikat habis demi kebutuhan. Yang kaya---berdasi---saja tergiur, apalagi yang melarat?! Masuk bui atau akhirat sekalipun mereka tak peduli. Yang penting katanya dapat..., DUIT! Tapi, nanti pas berada di dua tempat itu baru, deh, menyesal. Kerapnya.

 SYAIDINIL AKSA
 Keli, 19 September 2014
Note:
Kata yang berpetik satu maksudnya ditulis miring.

0 comments:

Post a Comment