Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Monday, 10 November 2014

MTsN Wawo Terapkan Absen Elektronik

KM LENGGE WAWO.- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Wawo  tampaknya terus berbenah dalam menata sarana, prasarana serta fasilatas dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah. MTsN Wawo sudah sekitar 2 bulan memberlakukan Absensi  elektronik multi-biometric identification dengan tujuan agar kedisiplinan guru dan pegawainya untuk hadir di sekolah.
 
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Wawo Ismail, S. Ag  , Saat di temui di ruanganya mengatakan bahwa setelah diterapkan  Absensi  Face Finge elektronik (AFFE) ini tingkat kehadiran guru di sekolah meningkat dan tepat waktu dibanding hari-hari biasanya. “Kalau sebelum diterapkan  AFFE sekolah kita tingkat kehadirannya tetap bagus, para guru dan tenaga administrasi dan TU lainya tetap disiplin dan hadir di sekolah, namun sejak ada Absen Elektronik ini lebih meningkat dan disiplin serta tepat waktu, ujar Ismail.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan, Peningkatan kehadiran dan disiplin waktu para guru dan pegawai diakibatkan oleh sistem berfungsi AFFE ini bekerja merekam wajah guru dan pegawai yang hadir sekitar pukul 07.00-07.25 wita, kemudian menolak guru dan pegawai  yang terlambat hadir  dan dianggap absen, sedangkan absensi waktu pulang  sesuai dengan  ketentua pukul 13.30 hingga pukul 14.00 Wita. Bagi yang pulang duluan sebelum atau sesudah jam tersebut di anggap bolos tanpa absen dulu.

Aktifitas  guru yang menempati  ruangan guru meningkat dan tingkat kehadirannya juga hampir 100 porsen. Cara seperti ini meningkatkan kualitas kerja guru dan pegawai, sehingga tidak ada guru dan pegawai yang pulang duluan atau bolos, mereka tetap beraktifitas disekolah mempersiapkan segala bahan dan materi pembelajaran.

Absensi elektronik yang dipesan khusus di tokoh komputer ini  bekerja dengan sistem sensor jari dan wajah, jadi guru atau pegawai ketika melakukan absen harus menyetorkan wajah didepan alat ini kemudian sebuah minicam yang berada di alat tersebut akan merekam wajah dan mengidentifikasi jari lewat sensor pengenal jari para guru dan pegawai di MTsN Wawo.
“Alat ini sudah di seting secara otomatis berdasarkan waktu yang telah kita tentukan dalam rapat bersama seluruh guru dan pegawai, dan kemudian hasil absen berupa wajah dan jari ini akan tersimpan di database Personal Komputer”, ujarnya.


Kekurangan absen elektronik ini adalah belum mampu berintegrasi dengan kantor Depag, sehingga kedepan absen elektonik seperti ini bisa berintegrasi secara online dengan kantor Depag di daerah maupun di pusat agar tingkat kehadiran guru dan pegawai tidak bisa direkayasa, bisa memantau langsung kehadiran guru dan pegawai disekolah mauapun di instansi pemerintah.

Diharapkan seluruh sekolah dan instansi pemerintah menerapkan absensi elektronik agar tingkat kehadiran guru, pegawai di sekolah maupun kantor, baik dari segi kedisiplinan bekerja maupun disiplin waktu sehingga meningkatkan kinerjanya. (Efan)

0 comments:

Post a Comment