Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Selasa, 28 April 2015

Jejak Petualang Trans 7, Ekpose Tradisi Wawo


KM LENGGE WAWO,- Tradisi dan budaya yang ada di Kecamatan Wawo kembali di eksplore oleh stasiun televisi swasta Nasional. Tim dari Jejak Petualang Trans 7 mendatangi Desa Maria kecamatan wawo untuk melakukan pengambilan gambar (Video) tentang tradisi memelihara Rambut (Isu) dan menaikan padi (Ampa Fare) di Uma Lengge.

Tim IV Jejak Petualang dari Trans 7, Bagus Prabowo mengaku bahwa melihat tulisan Kampung Media (KM)  Lengge Wawo lewat portal terbuka, www.kampung-media.com, sehingga tertarik untuk di angkat di acara jejek petualang.

“Kami tertarik dengan cara masyarakat Desa Maria yang masih mempertahankan rambut panjang (Honggo Naru), merawat kulit mereka dengan perawatan tradisonal menggunakan bahan alam untuk memelihara dan merawat rambut mereka, memelihara kulit mem”ujrar bagus pengarah gambar pada tim IV  jejak petualang Trans 7.

 Sebelum mengunjungi desa Maria Kecamatan Wawo, Tim IV Jejak Petualang Trans 7 telah menghubungi Koordinator KM Lengge Wawo, Edy Irfan untuk menanyakan informasi terkait keberadaan tradisi dan kebiasaan masyarakat desa Maria kecamatan Wawo.

Koordinator KM Lengge, Edy Irfan, ST mengaku seminggu sebelum kedatangan Tim IV Jejak Petualang Trans 7 ke desa Maria kecamatan Wawo sudah ada komunikasi lewat via handphone untuk menayakan dan meminta informasi tentang kedaan lokasi dan masyarakat di desa Maria

Kedatangan Tim IV Jejak Petualang Trans 7 sehari sebelum melakukan pengambilan gambar di lokasi, Koordinator KM Lengge dan beberapa masyarakat sekitar telah bersama dengan tim jejak petualang melihat lokasi dan berkoorinasi untuk segmen pengambilan gambar mulai dari awal hingga akhir acara.

Setelah disepakati bersama dengan koordinator KM Lengge dan masyarakat disekitar, keesokan harinya Tim IV Jejak Petualang Trans 7 melakukan pengambilan gambar sesuai dengan segment dan cerita yang telah di arahkan dengan ditemani oleh presenter Tim IV Jejak Petualang Trans 7 Sintia Ngens.

Segmen pengambilan gambar dibeberapa lokasi,  yaitu pengambilan obat-obat atau ramuan dan bahan seperti kelapa, kunyit, temu lawakdikebun  untuk di jadikan bahan untuk membilas rambut sebelum mandi dan bahan memelihara kulit wajah maupun badan.

Segment kedua, bahan-bahan dari kebun tersebut di olah secara tradisonal juga seperti di ulek menggunakan batu alam khusus dengan berbagai proses seperti manga mudah untuk rambut, cabe jawa dan kunyit unttuk membilas rambut.

Selanjutnya, setelah bahan selesai prenter Tim IV Jejak Petualang Trans 7, Sintia Ngens dan beberapa gadis dan ibu-ibu Desa Maria mendi bersama di Oi wobo tempat yang biasa di pergunakan oleh sebagaian masyarakt desa Maria untuk mandi. Oi wobo ini merupakan mata air yang keluar dari celah batu-batu di sekitar pinggiran sungai, tidak menyatu dengan aliran sungai.

Pada pengambilan gambar / Shoting Jejak Petualang Trans 7 ini juga mengangkat tentang cara masyarakat desa Maria kecamatan Wawo memasak sayur bening menggunakan daun kelor, dengan sambal wijen yang ditumbuk dengan asam muda, cabe dan garam.

Disamping itu juga pada sesi pengambilan gambar segmen ini mengekpose proses dan cara pengolahan biji asam untuk makanan ringan atau cemilan juga dilakukan secara alami oleh masyarakat desa Maria.

Usai masak memasak presenter Sintia Ngens dengan lahap mencicipi masakan tradisonal ala masyarkat desa Maria, nasi dengan sayur bening daun kelor dan sambal wijen dan makanan penutup biji asam.

Kemudian, Pada segmen terakhir pengambilan gambar acara jejak petualang Trans 7 ini, dilakukan di area uma Lengge (Rumah Lumbung Padi) dan prose panen padi masyakat di sekitar uma Lengge. Penggambilan gambar dilakukan saat masyarakat sedaang panen padi, dari proses motong padi, mengangkut, memanen, mengeringkan padi, hinnga proses terakhir adalah padi di masukan di uma lengge (Ampa Fare).

Masyakat Kecamatan Wawo mempunyai tradisi yang unik sebelum memasukan padi di uma Lengge yaitu saat padi itu dinaikan di uma Lengge ada wanita hamil yang menungguin di Uma Lengge. Tradisi ini meruapak kepercayaan masayarakat setempat agar membawa berkah.

Penggambilan gambar segmen terakhir ini adalah proses dan ritual dan doa serta memasukan padi di lumbung setelah di keringkan. Ditemani presenter Sintia Ngens dan beberapa crue dan arahan Bagus dan Dany Kameramen beberapa kali pengambilan gambar di uma Lengge di ulangi untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Proses penggambilan gambar ini sempat dilakuakn beberapa kali dengan penjelasan prensenter dan arahan dan diskusi Tim IV Jejak Petualang Trans 7 , Bagus dan Koordinaot KM lengge.

Usai pengambilan gambar pada sesi terakhir, seluruh krue dan pemain sempat foto bersama untuk mengabadikan moment di Uma Lengge.

Dani Prabowo, salah satu cameramen mengaku Program siaran Jejak Petualang Trans 7 merupakan Sebagai salah satu segmen acara terlama di stasiun tv ini, jejak petualang hadir sebagai tayangan dokumenter untuk memberikan nuansa dan pengalaman baru bagi pemirsa yang gemar melakukan kegiatan petualangan ke alam bebas. Tak terhitung lagi berapa lokasi di wilayah Indonesia ini yang sudah "dijamah" oleh tim Jejak Petualang, mulai dari pantai, pegunungan, kawasan pedalaman, dan perut bumi (gua) sekali pun.

“Dan akhirnya kami dari Tim IV Jejak Petualang Trans 7, bisa datang mengunjungi desa Maria Kecamatan Wawo mengunjungi teman-teman dan saudara-saudara disini mengekpose dan mengangkat tradisi dan budaya yang unik dan masih dipertahankan oleh masyarakat setempat,”ungkap Dany dan tim yang lainya.

“ Saya mengucapkan terimaksih kepada masyakat desa Maria, dan teman-teman KM Lengge sudah membantu penggarapan program acara Jejak Petualang Trans 7,” tambah Dany.

Jadi jangan lupa yach, nonton acara Jejak Petualang di Trans 7, setiap hari Senin-Rabu jam 16.00 Witta,  acara yang  mendidik untuk mengekpose budaya, kesenian, pesona alam Nusantara kita,” katanya. (Efan)

1 komentar: