Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Turelinggampo,Saksi Bisu Sejarah Masuknya Islam Di Kecamatan Wawo

KM. LENGGE WAWO,- Disebuah desa dikecamatan Wawo tepatnya di dusun Ronamasa Rt. 16 Rw.03 desa Kambilo berdiri sebuah masjid yang oleh masyarakat setempat diberi nama masjid Babussalam Kambilo.

Lengge Filosofi Hidup, Bukan Simbolitas

KM. LENGGE WAWO,- Sebuah pepatah kuno mengatakan ‘’sebuah gua apabila memiliki pintu kayu,tidak lagi disebut gua tetapi sebuah rumah”

Sagele, Budaya Yang Terlupakan...

KM.Lengge Wawo,- dulu, beberapa tahun silam, ketika musim musim bercocok tanam seperti saat ini adalah suatu yang paling menyenangkan bagi masyarakat kecamatan wawo khususnya yang bermukim di Desa Maria

Tradisi Hanta Uma, Kedepankan Kepentingan Bersama

KM LENGGE WAWO,- Masyarakat Kecamatan Wawo adalah masyarakat yang kental dengan kehidupan gotong royong dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Oi Kananga, Daya Tarik Tersendiri Di Desa Kombo

KM. LENGGE WAWO,- Apabila anda berkunjung ke Kecamatan Wawo,Khususnya di Desa Kombo, salah satu desa yang berada diujung timur kecamatan Wawo ada sebuah daya tarik tersendiri yang pantas direkomendasikan menjadi tempat untuk sejenak melepaskan beban rutinitas, Oi Kananga.

Kamis, 09 Juli 2020

Inovasi GEBRAK Bimantika Ikuti Tahapan Penilaian



Inovasi Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan Gizi dan Anemia (GEBRAK BIMANTIKA) yang beberapa waktu berhasil lolos pada Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat nasional tahun 2020 akan dipresentasikan secara virtual Jumat (10/7) oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, Wakil Bupati Drs.H. Dahlan M. Noer dan inovator Tita Masitha M.Si dihadapan 10 orang Tim Panel Independen Inovator Gebrak Bimantika, Kamis (9/7).

Tita Masitha mengungkapkan inovasi tersebut lahir sebagai upaya untuk mewujudkan penurunan angka stunting, mengingat berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi stunting di Kabupaten Bima mencapai angka 40%. "Oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih intensif, menyeluruh dan berkelanjutan sehingga penurunan angka stunting menjadi lebih lebih signifikan". Kata Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima ini.



Ditingkat lapangan, Gebrak Bimantika diawali dengan penentuan sasaran pada balita dan ibu hamil dengan manfaatkan aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM).
Selanjutnya ditindak lanjuti dengan kelas gizi balita dengan berat badan kurang dan stunting, kelas gizi Ibu hamil dan anemia, Sarangge gizi, Program Peduli stunting dan Program 16.660 jamban yang difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Sebelumnya, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bima Syamsul Bahrain S.IP M.Si mengatakan, inovasi Gebrak Bimantika merupakan program yang sangat mungkin direplikasi oleh daerah lain, karena tidak membutuhkan alokasi anggaran yang besar dari APBD. Sebab, katanya, yang terpenting inovasi Ini membutuhkan inisiator dan kerjasama semua pihak terkait agar hasil dari program ini dapat lebih optimal.

Pada tahapan penilaia Jumat (10/7) sebanyak 10 orang Panel Independen yang terdiri dari JB Kristiadi, Eko Prasojo, R. Siti Zuhro, Erry R. Hardjapamekas, Dodon S. Suharmawijaya, Neneng Goenadi Nurjaman Mochtar,S.H Indah Sukmaningsih, Suryopratomo dan Tulus Abadi akan memberikan penilaian.

Tim Panel tersebut bertugas memutuskan inovasi yang masuk ke tahap presentasi dan wawancara, melanjutkan dengan tahapan penilaian presentasi dan wawancara. Tim juga melakukan verifikasi dan observasi lapangan, serta menentukan inovasi terbaik berdasarkan pedoman kerja tim independen. (KIM WAWO)

Senin, 06 Juli 2020

Program Sekar Desa Disosialisasikan



Sosialisasi “Program pelembagaan akuntabilitas sosial melalui Sekolah Anggaran (Sekar Desa) untuk mewujudkan pemerintahan desa yang transparan dan partisipatif berlangsung Senin (6/7) di Kantor Bappeda Kabupaten Bima menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos, M.Ap dalam arahannya mengatakan, sejalan dengan amanat Undang-undang tentang desa, akuntabilitas sosial merupakan aspek penting yang harus dipenuhi dimana masyarakat Desa berhak untuk meminta dan mendapatkan informasi dari Pemerintah Desa serta mengawasi penyelenggaraan Desa.

"Karena itu, pemerintah daerah memiliki harapan besar agar pembangunan desa dapat diselenggarakan dengan menerapkan akuntabilitas sosial". Terang H. Fahrudin.
Local Coordinator Kabupaten Bima Program Akuntabilitas Sosial dan Partisipasi masyarakat melalui Sekolah Anggaran (Sekar Desa) M. Qadafi dalam pengantarnya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Bima.

"Terima kasih kepada Bappeda dan Pemerintah Kabupaten Bima yang sudah menetapkan tiga desa replikasi Program Sekar Desa di Desa Kalampa, Risa dan Desa Sondosia- Bolo". Ungkapnya.


Pada Sosialisasi yang dipandu Kabid Perencanaan Sosial dan Budaya Bappeda, Raani Wahyuni, ST, MT, M.Sc tersebut Local Coordinator Kabupaten Bima M. Qadafi mengatakan, sosialisasi program ditujukan untuk mewujudkan pemerintahan desa yang transparan dan partisipatif.

Disamping merumuskan rancangan kebijakan di tingkat kabupaten agar memperkuat pelaksanaan pelembagaan dan replikasi akuntabilitas sosial di tiga desa tersebut.

Dirinya berharap, melalui pertemuan tersebut, informasi tentang Program dan kegiatan tahun 2020 dapat diketahui secara menyeluruh dalam upaya mewujudkan pemerintahan desa yang transparan dan partisipatif, juga membuat komitmen bersama dalam melaksanakan dan mensukseskan program tersebut.


Sosialisasi dilanjutkan dengan penanda tanganan komitmen bersama untuk mensuksekkan pemerintahan desa yang transparan dan partisipatif oleh 17 peserta dari Bappeda, DPMDes, Camat Bolo, Camat Woha, Koordinator dan anggota PTPD Bolo, PTPD Woha, Kepala Desa Sondosia Kalampa, Risa, Ketua BPD Sondosia, Kalampa dan Risa, DC KOMPAK Bima dan Local Coordinator Program Seknas Fitra Kabupaten Bima. (KIM WAWO)

Minggu, 05 Juli 2020

Masjid Agung Bima Mulai Dibangun



Peletakan batu pertama (ground breaking) Pembangunan Masjid Agung Kabupaten Bima Ahad (5/7) di Godo Kecamatan Woha bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-380 Bima ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemancangan perdana tiang beton bangunan masjid.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dalam sambutannya dihadapan Wakil Bupati Bima Drs.H. Dahlan M. Noer, Ketua DPRD Muhamad Putera Ferryandi S.IP, Para Unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Bima, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kepala Perangkat Daerah dan tokoh masyarakat menegaskan arti penting pembangunan sarana ibadah tersebut.


"Bima memiliki sejarah keislaman yang besar dan sudah seharusnya memiliki pusat dakwah sebagai pusat berkumpulnya seluruh organisasi Islam, para ulama dan mendidik generasi muda menjadi generasi Islami yang terus membawa harum Dana Mbojo". Jelas Bupati.

Meskipum dalam suasana pandemi COVID, tetapi tidak boleh menghilangkan semangat untuk terus membangun. "Itulah sebabnya peletakan batu pertama dilaksanakan untuk menggugah dan mengingatkan semua elemen bahwa Bima yang terkenal dengan syiar Islam melakukan pembangunan masjid di hari yang bersejarah yaitu bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Bima Tanggal 5 Juli 2020". Ungkap Bupati.


Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan legislatif. "Terima kasih kepada Pimpinan dan anggota DPRD yang telah mendukung sepenuhnya sehingga pembangunan Masjid Agung sehingga dapat dilaksanakan secara bersama-sama". Kata Bupati.

Sebelumnya, Sekretaris daerah Drs.H.M. Taufik HAK, M.Si, dalam pengantarnya mengemukakan, visi dan misi pembangunan daerah harus dijabarkan. "Oleh karena itu, pembangunan Masjid Agung senilai Rp 80 milyar tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan amanat visi religius, meskipun banyak hambatan yang dijumpai". Paparnya. (KIM WAWO)

Sabtu, 04 Juli 2020

Museum Asi Mbojo Gelar Kajian Sejarah



Museum Asi Mbojo kembali menggelar kegiatan Kajian Sejarah dan Budaya yang merupakan bagian dari program Inovasi Soba Asi atau Sahabat Museum Asi Mbojo. Kajian sejarah baru digelar setelah penerapan new normal pasca pandemi Covid 19.

Kepala Museum Asi Mbojo Ruslan S.Sos mengatakan, "kegiatan dilaksanakan dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan yaitu cuci tangan, pengukuran suhu tubuh dan masker. Peserta kegiatan sebanyak 60 orang dari Kabupaten Bima dan Kota Bima", Sabtu (4/7/2020).


Pria yang akrab disapa Alan Malingi ini mengungkapkan, sebelum pandemi Korona, telah digelar 2 kali kajian sejarah yaitu pada bulan Februari dan Maret 2020.


Kajian Sejarah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-380 Bima itu mengangkat tema Kesultanan Bima Pusat Islam Di Nusa Tenggara menghadirkan narasumber Alan Malingi Kepala Museum Asi Mbojo, Fahru Rizki pegiat budaya, Dr. Sukri Abubakar Ketua STIT Sunan Giri dan moderator Suryadin.SS.M.Si dari Dinas Kominfostik Kabupaten Bima.


 Ruslan menambahkan, Program Soba Asi digulirkan sejak Januari 2020 oleh Kepala Museum Asi Mbojo yang baru Ruslan.S.Sos. Program ini terdiri dari study dan kajian sejarah budaya, wisata sejarah, Belajar Aksara Bima, Kursus Alat Musik Dan Tari Klasik Istana Bima dan pagelaran seni budaya.

Program Soba Asi mendapatkan partisipasi publik dalam rangka meningkatkan kunjungan di Museum Asi Mbojo dan menanamkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya. (KIM WAWO)