Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Turelinggampo,Saksi Bisu Sejarah Masuknya Islam Di Kecamatan Wawo

KM. LENGGE WAWO,- Disebuah desa dikecamatan Wawo tepatnya di dusun Ronamasa Rt. 16 Rw.03 desa Kambilo berdiri sebuah masjid yang oleh masyarakat setempat diberi nama masjid Babussalam Kambilo.

Lengge Filosofi Hidup, Bukan Simbolitas

KM. LENGGE WAWO,- Sebuah pepatah kuno mengatakan ‘’sebuah gua apabila memiliki pintu kayu,tidak lagi disebut gua tetapi sebuah rumah”

Sagele, Budaya Yang Terlupakan...

KM.Lengge Wawo,- dulu, beberapa tahun silam, ketika musim musim bercocok tanam seperti saat ini adalah suatu yang paling menyenangkan bagi masyarakat kecamatan wawo khususnya yang bermukim di Desa Maria

Tradisi Hanta Uma, Kedepankan Kepentingan Bersama

KM LENGGE WAWO,- Masyarakat Kecamatan Wawo adalah masyarakat yang kental dengan kehidupan gotong royong dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Oi Kananga, Daya Tarik Tersendiri Di Desa Kombo

KM. LENGGE WAWO,- Apabila anda berkunjung ke Kecamatan Wawo,Khususnya di Desa Kombo, salah satu desa yang berada diujung timur kecamatan Wawo ada sebuah daya tarik tersendiri yang pantas direkomendasikan menjadi tempat untuk sejenak melepaskan beban rutinitas, Oi Kananga.

Senin, 28 September 2020

IPEMI Bekali 14 Orang Pengrajin Tas



Setelah sebelumnya memberikan pelatihan pembuatan keripik tempe kepada warga di Dusun Nggaro O'o desa Dore Kecamatan Palibelo, Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Kabupaten Bima  kembali mengadakan Pelatihan menjahit tas kepada 14 orang peserta yang berasal dari beberapa kecamatan.

             

Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Kabupaten Bima Fitriani Adel Linggi Ardi,SE yang juga General Manager Tupperware Senin (28/9) mengatakan pelatihan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 27 - 29 September 2020 di  Bengkel Syakira Craft, belakang Kompi Jatiwangi.


 "Pada hari I  peserta mendapatkan materi yang mencakup pengenalan pola, pengenalan alat  mencakup jenis, kegunaan, penempatan aksesoris dan pengenalan macam-macam bahan".

                

Pada hari berikutnya, peserta yang dipandu fasilitator Retno Arumdati juga mendapatkan pendampingan praktik buat ransel, teknik membuat kantong resleting, teknik memasang tali dan penempatan aksesoris, teknik fotografi dan cara promosi produk memanfaatkan media "youtube sebagai salah satu media belajar". urainya.

             

Fitriani yang terjun pada organisasi yang tersebar pada 34 Propinsi yang tersebar di 340 Kabupaten/Kota dan di 12 Negara  ini mengungkapkan, para peserta yang dilatih dapat menjadi fasilitator kerajinan di desa dan kecamatan serta sejalan dengan tumbuhnya sentra kerajinan baru di masing-masing wilayah kecamatan.


IPEMI secara berkelanjutan menyiapkan fasilitator agar para wirausaha di kecamatan dapat melakukan wirausaha secara mandiri dan menjadi mitra pemerintah.

            

Nantinya kerajinan yang dihasilkan sentra produksi akan dilakukan penilaian kualitas produk (kurasi), bagi yang lolos kurasi akan menjadi mitra penyedia produk". Jelas Fitriani. (KIM WAWO)

Kamis, 17 September 2020

Pengurus TP PKK Kunci Keberhasilan Program Kesehatan


Road Show Keluarga Berencana dan Kunjungan Kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati SE, M.Sc beserta rombongan Kamis (17/9) di Gedung Paruga NaE Sape selain diisi dengan pembagian masker kepada jajaran pengurus TP. PKK Kabupaten dan Kecamatan juga dimanfaatkan untuk memberikan sejumlah arahan kepada para pengurus.

          

Dalam pertemuan tatap muka dengan seluruh Pokja dan kader TP PKK Kabupaten Bima  tersebut Ny. Niken kembali meningkatkan pentingnya peran organisasi ini dalam peningkatan derajat kesehatan keluarga


"Ibu-ibu PKK adalah kunci keberhasilan pelaksanaan Posyandu keluarga dan desa siaga di Kabupaten Bima hampir mencapai 100 persen. Posyandu keluarga merupakan wahana yang sangat baik untuk melakukan edukasi keluarga dimana peran TP. PKK sangat penting di dalamnya".  Ujar Hj. Niken

 

Para Pengurus TP. PKK di tingkat kabupaten dan kecamatan juga diharapkan bisa mendorong pemenuhan gizi keluarga dan menjadi referensi pembinaan keluarga". Harap Ny. Niken.


Sebelumnya, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd dalam sambutannya memaparkan bahwa TP. PKK Kabupaten Bima bekerjasama dengan GOW, DWP dan pemerintah daerah telah melaksanakan sejumlah kegiatan.

        

"Kerjasama dan kemitraan dengan instansi terkait dan masyarakat tersebut telah mengantar TP. PKK Kabupaten Bima meraih juara pada lomba baik di tingkat regional maupun nasional".

        

Ke depan diharapkan TP. PKK Kabupaten Bima mampu menghadapi berbagai hambatan dan tantangan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat". Harap Rostiati.



Usai memberikan arahan kepada jajaran pengurus, Ketua TP. PKK Provinsi NTB dan rombongan melakukan penyerahan bantuan senilai Rp 139 juta kepada dua kelompok Pangan Lestari melalui Program Hatinya PKK dan 7 kelompok Posyandu di Kabupaten Bima yang diterima secara simbolis oleh ketua tim penggerak PKK Kabupaten Bima.

    

Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Stand Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal Sumber Karbohidrat Non Beras Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB. (KIM WAWO)

Ruman Aman dan PUSPAGA Bima Diresmikan


Agenda Road show Keluarga Berencana dan Kunjungan Kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati SE, M.Sc beserta rombongan Kamis (17/9) selain diisi dengan kegiatan PKK "Gebrak Masker" di Gedung Paruga NaE Sape juga dilaksanakan Peresmian Rumah Aman (shelter) bagi perempuan dan anak korban kekerasan serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Desa Panda Kecamatan Palibelo -  Bima.

             

Hj. Niken yang didampingi Asisten III  Setda Kabupaten Bima Drs. H. Arifudin HMY dalam sambutannya secara virtual kepada instansi terkait menjelaskan, "masalah perempuan dan anak merupakan tanggung jawab pemerintah. Namun demikian bantuan tanpa pamrih dari para pegiat sangat mendukung penanganan kasus anak dan perempuan di NTB. Oleh karena itu TP. PKK menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah provinsi yang telah berupaya membangun sebuah sistem agar pemerintah bisa benar-benar hadir menyelesaikan masalah di tengah masyarakat".


Dirinya mengharapkan agar keberadaan rumah aman Ini bisa menjadi sebuah pekerjaan yang baik dan terstruktur serta sudah dimulai di tingkat provinsi dengan membentuk unit pelaksana teknis dinas (UPTD).  "Upaya ini juga diharapkan bisa diikuti pembentukan UPTD di tingkat kabupaten/kota". Tandasnya.

                 

Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd yang turut mendampingi rombongan menyampaikan apresiasi kepada jajaran DP3AP2KB  dan dan Ketua TP. PKK Provinsi NTB yang berkesempatan melakukan peresmian Rumah Aman (shelter) Bima.

           

Hj. Rostiati juga  mengapresiasi peran penggiat perempuan dan anak yang sudah bekerja ikhlas tanpa mengenal lelah melakukan pendampingan.


"Tanpa sinergi dari semua pihak maka upaya pencegahan dan penanganan terhadap kasus perempuan dan anak akan sulit dilakukan. Mudah-mudahan kehadiran shelter ini akan lebih meningkatkan upaya pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak,  juga mendorong kerjasama yang lebih baik kerjasama yang  lebih optimal antara TP. PKK, DP3AP2KB,  Ikatan Bidan dan Polres.  Harapnya.

               

Senada dengan Rostiati, Kepala  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB Ir. Husnanidiaty MM dalam laporannya memaparkan, dua rumah aman/shelter provinsi di Pulau Sumbawa ini menjadi rujukan untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa ditangani di tingkat kabupaten/kota.

                

"Rumah Aman/shelter di Desa Panda ditujukan untuk mendukung penanganan masalah anak dan perempuan di tiga daerah yaitu Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima demikian halnya shelter di kabupaten Sumbawa yaitu untuk penanganan  di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Sumbawa. Jelas Husnanidiaty. (KIM WAWO)

TP.PKK NTB "Gebrak Masker" di Sape


Road show Keluarga Berencana dan Kunjungan Kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati SE, M.Sc beserta rombongan Kamis (17/9) dirangkaikan dengan PKK "Gebrak Masker" bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Kabupaten Bima (IKAPTK) dipusatkan di Gedung Paruga NaE Sape.

           

Dalam pertemuan yang menerapkan secara ketat protokol kesehatan tersebut,  Ketua TP. PKK NTB mengatakan,  penggunaan masker saat ini merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk mengurangi peluram COVID 19 karena belum ditemukan vaksin untuk menanganinya. Itulah sebabnya sejak awal pandemi COVID, TP. PKK  gencar mensosialisasikan penggunaan masker ini pada semua tingkatan, termasuk tingkat anak-anak". Jelas Ny Niken.



Melalui gerakan Gebrak Masker  kata Ny. Niken, yang didampingi Ketua TP PKK kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan S.Pd, TP. PKK NTB menyumbangkan 4.000 masker kepada TP. PKK Kabupaten Bima untuk disebarkan dan mengingatkan masyarakat agar tetap berdisiplin menggunakan masker".

           

Dihadapan para pengurus Pokja PKK dan para kader Se Kabupaten, dirinya berharap NTB khususnya Kabupaten Bima bisa 100 persen menggunakan masker dan menuju Zona Hijau.

                

Dalam upaya mengoptimalkan pencegahan pandemi COVID 19 ini pula lanjutnya Hj. Niken, terhitung mulai 14 September 2020, di NTB sudah diberlakukan Perda Nomor 7 tahun 2020 tentang seruan mengenai 4 M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak  dan menghindari kerumunan". Imbuhnya.


               

Bupati Bima yang diwakili Asisten III Setda Drs. H. Arifudin HMY dalam sambutannya memberikan apresiasi dan menyambut baik kunjungan TP. PKK NTB.

             

"Gebrak Masker  yang diprakarsai oleh TP. PKK Provinsi NTB merupakan langkah positif yang perlu didukung oleh semua pihak dalam menghadapi pandemi Covid- 19.

             

"Mudah-mudahan sinergitas ini dapat terus berlanjut dan berkesinambungan demi terwujudnya cita-cita bersama dalam membangun daerah". Harap Arifudin.

             

Selain penyerahan masker dari TP. PKK Provinsi NTB,Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Kabupaten Bima (IKAPTK) yang diwakili oleh Armin Farid S.Sos menyerahkan 1.000 masker kepada TP. PKK. (KIM WAWO)

Rabu, 16 September 2020

DP3AP2KB Provinsi NTB Helat Pendampingan PFA


Sebanyak 25 orang penggiat perempuan dan anak yang berdomisili di kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu Rabu (16/9) mengikuti Penguatan Kapasitas Hipnoterapi Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak yang secara khusus membahas tema pertolongan pertama psikologis/Psychological First Aid (PFA).

                

Kegiatan tersebut dihelat oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB melalui Bidang Perlindungan Hak Perempuan di Aula Rumah Aman Anak Kabupaten Bima Desa Panda Palibelo.


                

Materi disajikan oleh Psikolog Pujiarohman M.Psi                yang juga akademisi Universitas Mataram. Dikatakannya,  PFA merupakan pendekatan teoritis yang berdasarkan informasi untuk membantu anak-anak, remaja, orang dewasa, dan keluarga segera setelah bencana terjadi.

                 

Menurutnya, pendekatan ini dirancang untuk mengurangi tekanan awal yang disebabkan oleh trauma peristiwa. "Fungsi dari PFA ini adalah memberi pertolongan pada orang yang berada dalam kondisi tertekan dan tidak menyenangkan, dan baru saja mengalami kejadian yang sangat kritis dan mencekam". Terangnya

            

Dikatakan  Pujiarohman, "pertolongan pertama psikologis ini juga digunakan dengan anak-anak, remaja, orang tua, pengasuh, keluarga, dan orang dewasa terkena bencana atau teror.


             

PFA ini bisa dilakukan oleh siapapun yang telah mendapatkan pelatihan atau sosialisasi termasuk masyarakat umum, yang dekat dengan orang yang membutuhkan dukungan.

                

Namun demikian lanjutnya, ada beberapa standar yang harus dipenuhi yaitu bantuan sesegera mungkin langsung pada orang yang memerlukan dukungan. Aspek lainnya yaitu penyediaan informasi akurat dan logis tentang situasi yang ada, bersikap jujur.

               

"Pendamping juga perlu menyediakan dukungan emosional bagi orang yang memerlukan dukungan, fokus pada kemampuan korban dan memberikan perhatian yang non diskriminatif untuk semua". Urainya. (KIM WAWO)

Rabu, 09 September 2020

Gerakan MAWAR EMAS Tangkal Rentenir


Sosialisasi Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (MAWAR EMAS) yang diikuti Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Pimpinan BUMN/BUMD Lingkup Kabupaten Bima, MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI) berlangsung Kamis (10/9) di Aula Kantor Bupati Bima.

              

Gubernur yang diwakili  Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTB Dr. Drs. H. Lalu Syafi'i MM dalam sambutannya mengemukakan, saat ini terdapat  735.950 jiwa penduduk miskin dari 5.128.522 jiwa penduduk NTB.

 


              

Asisten III Setda Provinsi NTB ini didampingi Karo Humas dan Protokol, Karo Perekonomian Pemprov NTB, Kepala OJK NTB, Bank NTB Syariah, Ketua Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Dr. Baiq Sri Mulyana M.Pdi

            

Dijelaskannya, Program Mawar Emas ditujukan agar masyarakat NTB tidak lagi mencari solusi permodalan dari rentenir. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi dan industri UKM dan IKM sangat membutuhkan akses permodalan yang selama ini masih banyak terjerat rentenir dengan syarat pinjaman yang relatif mudah.

               

Hal ini sesuai arahan  Gubernur NTB dimana pemerintah harus hadir di tengah kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan permodalan usaha. Juga selaras dengan visi NTB Gemilang yang dijabarkan oleh pemerintah NTB dan secara khusus dijabarkan pada Misi ke 5 yaitu menuju NTB sejahtera dan mandiri.

 


            

Agar ikhtiar ini berhasil, Camat dan takmir masjid harus menjadi pelopor gerakan ini sehingga bisa mewarnai pemberdayaan ekonomi umat agar rentenir hilang dari daerah. Harap H. Lalu Syafii.

              

Sebelumnya, Bupati Bima diwakili Asisten III Setda  Drs. H. Arifudin HMY dalam sambutannya  menyampaikan apresiasi dan menyambut baik sosialisasi ekonomi syariah tersebut yang diharapkan dapat menambah pemahaman sebagai pelayan publik terutama yang berkaitan dengan percepatan pelayanan akses keuangan untuk masyarakat di daerah.

                  

Untuk menjawab keluhan masyarakat akan pentingnya pendanaan usaha berbasis syariah, Gerakan Mawar Emas ini penting karena berbasis masjid dan tanpa bunga.




"Masjid tidak hanya menjadi tempat melakukan kegiatan ibadah saja melainkan mampu menjadi tempat mendorong kemajuan ekonomi, dan jika ini berjalan maka masyarakat miskin akan bisa ditingkatkan derajat ekonominya. Pengurus Masjid diharapkan dapat meneruskan program ini kepada masyarakat". Terang H. Arifudin.

                 

Sosialisasi ini terselenggara atas kerjasama Bank NTB Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  Permodalan Nasional Madani  (PNM), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB. 

               

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan dan pengukuhan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Bima serta dilanjutkan sesi sosialisasi MES yang dipandu oleh Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Hariman SE, M.Si. (KIM WAWO)