Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Turelinggampo,Saksi Bisu Sejarah Masuknya Islam Di Kecamatan Wawo

KM. LENGGE WAWO,- Disebuah desa dikecamatan Wawo tepatnya di dusun Ronamasa Rt. 16 Rw.03 desa Kambilo berdiri sebuah masjid yang oleh masyarakat setempat diberi nama masjid Babussalam Kambilo.

Lengge Filosofi Hidup, Bukan Simbolitas

KM. LENGGE WAWO,- Sebuah pepatah kuno mengatakan ‘’sebuah gua apabila memiliki pintu kayu,tidak lagi disebut gua tetapi sebuah rumah”

Sagele, Budaya Yang Terlupakan...

KM.Lengge Wawo,- dulu, beberapa tahun silam, ketika musim musim bercocok tanam seperti saat ini adalah suatu yang paling menyenangkan bagi masyarakat kecamatan wawo khususnya yang bermukim di Desa Maria

Tradisi Hanta Uma, Kedepankan Kepentingan Bersama

KM LENGGE WAWO,- Masyarakat Kecamatan Wawo adalah masyarakat yang kental dengan kehidupan gotong royong dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Oi Kananga, Daya Tarik Tersendiri Di Desa Kombo

KM. LENGGE WAWO,- Apabila anda berkunjung ke Kecamatan Wawo,Khususnya di Desa Kombo, salah satu desa yang berada diujung timur kecamatan Wawo ada sebuah daya tarik tersendiri yang pantas direkomendasikan menjadi tempat untuk sejenak melepaskan beban rutinitas, Oi Kananga.

Jumat, 30 April 2021

GOW Kabupaten Bima Gelar Safari Ramadan di Palibelo



Jajaran Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima yang dipimpin Hj. Rostiati Dahlan S. Pd bersama para pengurus Sabtu (1/5) mengadakan kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkai dengan Pembinaan Iman dan Taqwa (IMTAQ), di Masjid Nurul Huda Desa Ragi Kecamatan Palibelo.

             

Kegiatan yang mengundang para pengurus Majelis Taklim dan masyarakat di 12 Desa se kecamatan setempat diawali dengan Pembacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan pengantar Camat Palibelo, Sambutan Ketua GOW yang dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustadz Zulkarnain S.Pdi. Jajaran GOW juga membagikan 10 paket sembako dan 50 kotak Kurma.


             

Pada kesempatan tersebut, Camat Palibelo  menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran jajaran pengurus GOW dalam melaksanakan rangkaian Safari Ramadhan di kecamatan yang dipimpinnya.

           

Dirinya berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat khususnya di bulan suci Ramadhan.

 

          

Sementara itu Ketua  GOW yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bima Hj. Roatiati Dahlan dalam sambutannya di hadapan para jamaah menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat  Kecamatan Palibelo yang kembali memilih Paket Dinda - Dahlan untuk mengemban amanah memimpin Kabupaten Bima lebih 5 tahun kedepan.

 

Hj. Rostiati juga kembali menitikberatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak. "maraknya Kasus pelecehan, kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga  (KDRT), Narkoba dan lain sebagainya menuntut para orang tua, khususnya ibu-ibu untuk selalu mengawasi dan memperhatikan anak-anaknya".


            

Pengawasan dan pendidikan anak harus nomor satu dan menjadi prioritas dalam kehidupan keluarga agar anak dapat tumbuh kembang menjadi generasi yang mencintai agama dan berilmu. Terang Hj. Rostiati.

             

Menutup arahannya Ketua GOW  mengharapkan agar Majelis Taklim dapat lebih berperan dalam menciptakan kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi anak-anak baik di bidang seni seperti qasidah dan seni budaya lainnya agar tumbuh sikap kreatif dan terhindar dari perilaku negatif. (KIM WAWO)

Selasa, 27 April 2021

Safari di Renda, Bupati Sumbang Lima Puluh Juta

 


 

Pemkab Bima dalam rangkian Safari Ramadhan,  memberikan bantuan untuk Masjid Al-Huda Rp. 20 juta dan Masjid Al-Ikhlas Rp. 30 juta. Selain bantuan puluhan juta rupiah untuk dua masjid di Desa Renda, diserahkan pula seratus lembar sarung dan Al-Quran bagi para jama’ah di Masjid raya Al-Huda, diterima oleh Kades Renda, Lukman.

 

Bupati Umi Dinda mengatakan, pada hari kelima belas puasa ramadhan 1442 H, Pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan safari Ramadhan di Desa Renda.  Pasca perhelatan Pilkada serentak beberapa waktu lalu, malam itu pertama kalinya Bupati dan Wakil Bupati kembali berada di tengah-tengah keluarga besar di Renda.

 

Bupati Umi Dinda menyampaikan terima kasih bahwa pelaksanaan Pilkada di Desa Renda berjalan aman dan damai. ‘’Kami mengajak seluruh masyarakat, untuk membangun daerah. Tidak ada lagi perbedaan satu dengan yang lainnya. Sebesar apa pun tantangan, akan terasa ringan kita hadapi secara bersama-sama,’’ujar Bupati, di Masjid Raya Al Huda, Desa Renda, Kecamatan Belo, Selasa 27 April 2021.

 

Dijelaskan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bima ini, musibah banjir yang dialami masyarakat beberapa waktu lalu, merupakan ujian yang tanpa diduga-duga. Dan tentu mengakibatkan kerugian materil yang tidak sedikit, terutama di Bidang Pertanian.

 

‘’Seberat apapun ujian yang kita hadapi, mari kita terima dengan ikhlas. Kita jaga keamanan dan kerukunan hidup yang sudah terjalin dengan baik,’’tambah Bupati.

 

Dihadapan para jama’ah, Bupati Umi Dinda menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Bima, membangun untuk masyarakat. Terutama membangun Masjid dan Musholla yang menjadi kebanggaan masyarakat. Kepada para Camat, Bupati Umi Dinda menghimbau untuk melaksanakan Safari Ramadhan pada desa-desa, di sela-sela kesibukan menjalankan tugas.

 

Sementara itu, Ustadz Farhan Bin Islam, S.Ag. dalam kultum nya, mengatakan, untuk mengisi sisa hidup dapat melakukan hal-hal yang baik.

 

Terutama dalam bulan suci Ramadhan ini, kata Farhan, merupakan kesempatan terbaik untuk mengisi bolong-bolong itu.


 

‘’Sejak akil balig sampai umur kita saat ini. Kita harus selalu mengingat Allah dikala susah maupun senang,’’ujar Farhan.

 

Menurut Ustadz Farhan, ciri orang sukses pertama, jika dia marah maka dia tahan amarahnya dan segera memohon ampun pada Allah SWT. Orang yang berhasil mengimbangi rasa marahnya, akan diberi imbalan Surga oleh Allah.

 

‘’Makanya kalau marah, segera memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,’’katanya.

 

Kemudian yang kedua, apabila diberi kesenangan, maka dia tidak akan menyakiti orang lain. Dan yang ketiga apabila diuji dengan kesusahan, dia semakin dekat dengan Allah SWT. 

 

Adanya kesusahan tidak membuat dia jauh dari Allah. Karena Allah memberikan rezeki kepada kita, bukan atas kehendak kita. Tetapi Allah memberikan rezeki sesuai dengan ke butuhan, agar kita bisa mensyukuri nikmat yang diberikan.

 

Turut dihadiri pula Sekretaris Daerah (Sekda) Bima Drs. H Taufik HAK, M.Si, Asisten I Setda Bima Drs. H Putarman, Asisten III Setda Bima, Drs. H Arifudin HMY, Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Hj Rostiati Dahlan, S.Pd, Anggota DPRD Kabupaten Bima. Sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima dan Penceramah Ustadz Farhan Bin Islam, S. Ag. (KIM WAWO)

RPJMD, Dokumen Kunci Pembangunan Daerah


"Rencana Pembangunam Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan salah satu dokumen kunci sebagai rujukan pelaksanaan pembangunan daerah selama lima tahun mendatang. Berhasil atau gagalnya kepala daerah     tergantung dari penjabaran RPJMD tersebut"

 

Demikian salah satu poin pengantar Manager Provinsi KOMPAK NTB Lalu Anja Kusuma Selasa (27/4) saat memberikan sambutan secara virtual Pembahasan dan Perumusan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) untuk input RPJMD-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan  Renstra Organisasi Perangkat Daerah dan Kecamatan tahun 2021 - 2026 Kabupaten Bima di Gedung PKK Kabupaten Bima.

               

Anja Kusuma memaparkan, "Pilkada telah berlangsung lancar dan demokratis, sesuai dengan Undang-undang tentang Pemerintahan Daerah, salah satu tugas kepala daerah terpilih  adalah menyusun dan mengajukan Peraturan Daerah tentang RPJMD  untuk dibahas bersama  dengan DPRD".

               

Perumusan indikator kinerja yang terukur, baik di tingkat program maupun kegiatan menjadi penting dan pemerintah daerah diharapkan dapat mengeluarkan potensi dan sumber daya yang dimiliki secara lebih terarah maksimal. Juga lebih fokus pada upaya pencapaian target yang ada untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Tandasnya.

               

Pada kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos, M.Ap mengungkapkan bahwa RPJMD harus mempunyai alat ukur yang jelas.

           

Karena itu dirinya berharap kepada narasumber dan 20 peserta yang hadir mencermati mana yang akan diletakkan sebagai indikator utama dan indikator kinerja kunci. Kita juga harus memperhitungkan segala sumber daya yang ada, baik kemampuan tenaga, peralatan dan kemampuan pendanaan. "Mari manfaatkan konsultasi ini dengan seefektif dan seefisien mungkin".


               

Salah seorang narasumber, Seif El Jihadi, Perencana Madya Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri   yang menjelaskan cascading indikator kinerja sesuai Permendagri nomor 90 tahun 2019.

                    

Menurutnya, ketika kita merumuskan indikator kinerja, yang harus dilakukan pertama kali adalah apa kinerja dan apa yang akan kita ukur untuk kemudian dirumuskan alat ukurnya berupa indikator. Dokumen perencanaan yang sifatnya tahunan dan 5 tahunan hanya membicarakan outcome dan output.

              

Output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dalam kegiatan, baik dalam bentuk barang maupun jasa yang diproduksi oleh pemerintah dan selalu berjangka waktu 1 tahun.

             

Sedangkan, outcome adalah hasil yang didapat ketika beberapa output bekerja. Sesuatu yang dihasilkan ketika output bekerja itulah yang disebut dengan outcome. Urai narasumber.

                 

Pembahasan dilanjutkan dengan pemaparan dokumen Rancangan Awal (Ranwal) formulasi indikator kinerja RPJMD Kabupaten Bima oleh Plt. Kepala Bappeda yang dipandu oleh Kabid Perencanaan, Pengendalian Pembangunan dan Penelitian (P4) Bappeda Kabupaten Bima. (KIM WAWO)

Senin, 26 April 2021

FGD Perumusan Panduan Rakorcam Hasilkan Rencana Tindak Lanjut



Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Perumusan Panduan Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan (Rakorcam) Tematik Layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Berbasis Kewenangan Desa (LABKD) kerjasama Pemerintah Kabupaten Bima dengan Program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) yang berlangsung Senin (26/4)  secara daring dan tatapmuka di Gedung PKK Kabupaten Bima berhasil merumuskan beberapa Rencana Kegiatan Tindak Lanjut (RTL).

              

Kepala Bidang Perencanan Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Bima Raani Wahyuni, ST, MT. M.Sc yang memandu penyusunan RKTL tersebut  memaparkan, dalam dua bulan ke depan, agenda kegiatan mencakup penyempurnaan dokumen panduan Rakorcam tematik  yang  pelaksanaannya Minggu IV April sampai dengan Minggu I Bulan Mei 2021 dengan penanggungjawab Tim Bagian Tata Pemerintahan Setda yang didukung KOMPAK.

         

FGD juga menyepakati perlunya penerbitan surat edaran Bupati tentang Panduan Rakorcam Tematik  pada Minggu II dan Minggu III bulan Mei 2021 yang ditindak lanjuti oleh Bagian Tata Pemerintahan. Disamping    Bimbingan Teknis tentang Pelaksanaan Rakorcam Tematik dan  Minggu IV Mei 2021 oleh Tim Bagian Tata Pemerintahan Setda didukung oleh KOMPAK.


               

Raani yang menutup FGD memberikan apresiasi kepada semua peserta yang mengikuti seluruh proses dan menghasilkan rekomendasi kegiatan yang akan menjadi rencana tindak lanjut.

                

"Diskusi ini akan berlanjut dan  panduan Rakorcam ini tidak hanya berguna untuk peserta, tetapi juga untuk kecamatan lain". Tutupnya.

                 

District Coordinator KOMPAK Bima Asrullah Lukman  dalam penjelasan terkait alur FGD, "pada sesi I, peserta  mendapatkan informasi tentang peran strategis Camat dan Pembina Teknis Pemerintah Desa (PTPD) dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa dan koordinasi lintas sektor.

            

Pada saat yang sama juga peserta mendapatkan informasi tentang kebijakan daerah dan mekanisme pelaksanaan Layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Berbasis Kewenangan Desa (LABKD). Disamping telah terhimpun berbagai masukan untuk melengkapi Panduan Fasilitasi Rakorcam Tematik tersebut”. Ungkapnya. (KIM WAWO)

Jumat, 23 April 2021

Tahun 2021, GEMAR Literasi Fasilitasi 25 SD/Sederajat


Dalam upaya percepatan Gerakan Literasi, Program INOVASI bekerjasama dengan  Pemerintah Kabupaten Bima dan STKIP Taman Siswa Bima memfasilitasi sekolah sasaran program sebanyak 21 Sekolah Dasar (SD) dan 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada sembilan desa di Kecamatan Sape, Monta dan Langgudu.

               

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya  diseleksi oleh Tim terpadu Bappeda, Dikbudpora, DPMD, Dinas Perpustakaan dan pegiat literasi kabupaten Bima yang difasilitasi oleh INOVASI.

             

Demikian salah satu poin penting yang dipaparkan Tim Gerakan Masyarakat Sadar Literasi (GEMAR) Literasi Kabupaten Bima dihadapan 15 peserta Workshop Lokasi Sasaran Program yang berlangsung Jumat (23/4) di Kantor Bappeda Kabupaten Bima

          

Koordinator Tim Gemar Literasi STKIP Taman Siswa Dr. Syarifudin, S.Si., M.Pd dalam pemaparannya dihadapan perwakilan Bappeda, Dinas Dikbudpora, Dinas Perpustakaan dan Arsip,  Kantor Kementerian Agama, Dinas Kominfo dan Statistik, Jajaran STKIP Taman Siswa dan fasilitator INOVASI mengungkapkan tahapan kegiatan GEMAR Literasi yang berlangsung 12 bulan tersebut.

                   

Menurutnya sejumlah tahapan Rembuk Pendidikan Kabupaten Bima telah dilakukan, mulai dari eksplorasi, penentuan masalah prioritas dan identifikasi solusi. "Mengacu pada hasil rembuk tersebut, terdapat kelompok anak yang mengalami kesulitan terberat dalam mengembangkan kecakapan dasar seperti literasi numerasi karakter di Kabupaten Bima". Kata Dr. Syarif.

              

Di satu sisi, terdapat 8 kelompok anak-anak yang mengalami kesulitan terberat dalam mengembangkan kecakapan dasar. Siswa tersebut tinggal di wilayah 3T, keluarga ekonomi rentan dan tidak tinggal bersama orang tua. Disamping adanya siswa berkebutuhan khusus yang masuk SD tanpa melalui pendidikan pra sekolah. Juga faktor kurangnya dukungan keluarga dan masyarakat serta sering diajak orang tua dalam kegiatan ekonomi berladang dan mencari nafkah.

            

Sementara di sisi lain lanjut Dr. Syarif, fakta didapatkan, sekolah belum memberikan layanan optimal bagi siswa dengan hambatan terberat serta kebijakan belum sepenuhnya berpihak kepada siswa dengan hambatan terberat. Faktor lainnya yang turut berperan adalah peran masyarakat dan orang tua bagi siswa dengan hambatan terberat masih terbatas  dan belum sesuai harapan

        

Penentuan sasaran program sebanyak 21 Sekolah Dasar (SD) dan 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) tersebut mengacu pada kriteria  Desa miskin, daerah dengan kantong anak sebagai pekerja, daerah dengan orang tua bekerja sebagai petani/TKI yang meninggalkan anak  serta daerah dengan jumlah peserta didik dan guru tinggi. "Kita berharap program literasi dasar yang inklusif di tingkat Sekolah Dasar dan desa serta terjadinya proses penguatan kapasitas kelembagaan antara pemerintah dengan lembaga kependidikan dalam kerangka program literasi dapat terlaksana". Imbuhnya.

            

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos. M.Ap yang membuka workshop tersebut mengungkapkan, strategi pelaksanaan gerakan literasi mencakup  program pengelolaan pendidikan, program pendidikan dan tenaga kependidikan  serta program pembinaan kepustakaan.

            

"Strategi tersebut didukung fitur utama yang mencakup literasi berkarakter, pendekatan inklusif untuk anak-anak yang mengalami kesulitan terberat dan memperkuat kepemilikan desa terhadap sekolah sebagai satu kesatuan masyarakat serta ketersediaan data spesifik dari sekolah, desa dan kabupaten.

             

Disamping elemen tersebut, terdapat fitur lanjutan dimana semua anak SD dan Madrasah di Kabupaten Bima memiliki keterampilan literasi dasar yang berkarakter. Terang H. Fahrudin. (KIM WAWO)

GEMAR Literasi Helat Workshop Lokasi Sasaran Program

 


Program Gerakan Masyarakat Sadar Literasi (GEMAR) Literasi Kabupaten Bima, sebuah gagasan program gerakan masyarakat terhadap literasi berkarakter yang inklusif di Kabupaten Bima menggelar Workshop Finalisasi Sekolah dan Desa Sasaran Program Jumat (23/4) di Kantor Bappeda Kabupaten Bima.

              

Program yang dihelat atas kemitraan antara Program INOVASI, STKIP Taman Siswa Bima dan Pemerintah Kabupaten Bima tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima Zunaidin HI S.Sos, MM, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos, M.Ap, dan Ketua STIKP Taman Siswa Bima Dr. Ibnu Khaldun M.Si.


              

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kabupaten Bima H. Fahrudin S.Sos. M.Ap yang membuka workshop tersebut mengawali sambutannya dengan memaparkan  tahapan penyusunan dokumen perencanaan dan keterkaitan antar dokumen yang ada.

              

"Tahapan perencanaan di tingkat kabupaten dan provinsi sudah dilaksanakan dan masih menunggu musyawarah perencanaan pembangunan nasional (Musrenbangnas)". Imbuhnya.

          

Fahrudin menambahkan, Strategi Pelaksanaan gerakan literasi di Kabupaten Bima mencakup peningkatan kemampuan literasi, numerasi  dan inklusi merupakan prioritas pembangunan daerah di bidang pendidikan.

            

Pada tataran regulasi,  mengacu pada  Peraturan Bupati Nomor 35 tahun 2019 tentang Gerakan Literasi dan Peraturan Bupati Nomor 2 tahun 2020 tentang Daftar Kewenangan Desa berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa mencakup gerakan literasi sekolah (GLS), gerakan literasi keluarga (GLK) dan gerakan literasi masyarakat (GLM)". Terang H. Fahrudin.


            

Dihadapan 15 peserta yang merupakan pejabat terkait di lingkup Bappeda, Dinas Dikbudpora, Dinas Perpustakaan dan Arsip,  Kementerian Agama Dinas Kominfo dan Statistik, Jajaran STKIP Taman Siswa dan fasilitator INOVASI tersebut,  Zunaidin dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam   membangun dunia pendidikan harus dilaksanakan secara simultan.

        

Dirinya pun memaparkan eksistensi literasi di tengah masyarakat. "Dengan tumbuh kembangnya sejumlah lembaga pendidikan, baik  tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi, menunjukkan adanya budaya literasi yang telah berkembang". Jelasnya.

           

Terkait dengan topik yang dibahas pada workshop, Zunaidin mengatakan bahwa dalam hal distribusi pegawai, khususnya tenaga pendidik, ada beberapa aspek yang berpengaruh misalnya  pembiayaan yang  rendah menyebabkan rendahnya motivasi tenaga pendidik untuk mengabdi di daerah   tertinggal, terdepan dan terluar (Daerah 3T) di Kabupaten Bima.  "Mohon diperhatikan distribusi tenaga guru di daerah yang termasuk kategori 3T  tersebur". Tandasnya.

               

Sementara itu, Ketua STIKIP Taman Siswa Bima Dr. Ibnu Khaldun M.Si dalam pengantarnya menekankan pentingnya bergerak bersama dalam gerakan literasi.

 


               

"Berbicara tentang literasi,  tidak bisa bekerja secara sektoral, tetapi harus komunal dan bersama-sama dan membangun paradigma "kita bisa". Kata kuncinya adalah kolaborasi dan percepatan". Ungkap Ibnu Khaldun.

              

Menyinggung keberadaan instansi yang dipimpinnya dalam program Inovasi, Ibnu menjelaskan,  pada Fase I, Program Inovasi bekerjasama dengan Universitas Mataram.  Pada Fase II ini, STKIP Taman Siswa diberikan peran lebih luas oleh pemerintah dalam bentuk kemitraan.

         

"Tahun 2021 STKIP Taman Siswa bekerja di tiga Kecamatan pada 21 Sekolah Dasar (SD)dan 4 Madrasah Ibtidaiyah dan nanti ada usulan sekolah-sekolah mana yang bisa difasilitasi oleh kegiatan GEMAR literasi ini". Tutupnya.

             

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan  Koordinator Tim Gemar Literasi STKIP Taman Siswa Dr. Syarifudin, S.Si., M.Pd. (KIM WAWO)

Selasa, 20 April 2021

Bupati dan Wabup Bantu Korban Kebakaran Tolowata



Suasana duka masih menyelimuti empat keluarga di Desa Tolowata, yang rumah kediaman mereka dilalap si jago merah, Selasa 20 April 2021, sore.

 

Tidak ada lagi yang tersisah.  Empat rumah panggung beserta isinya milik M Ali Hajanah (44), Fendi (33), Ridwan (33) dan Aminah (74) ludes terbakar akibat arus pendek. Kerugian ditaksir  ratusan juta.


 

Untuk meringan beban yang dialami empat keluarga tersebut Bupati Hj Indah Dhamayanti Putri SE dan Wakil Bupati Drs. H Dahlan HM Noer, menyerahkan  bantuan uang pribadi pada, Rabu 21 April 2021, sore.

 

Selain bantuan uang, Bupati wanita pertama di NTB ini, juga menyerahkan bingkisan dan selimut. Bupati Umi Dinda menyampaikan turut berduka atas musibah yang dialami keluarga di Desa Tolowata. Dan bantuan yang diberikan, mudah-mudahan dapat meringan beban ditengah situasi ramadhan dan menghadapi Covid-19.

 

‘’Musibah datang tidak bisa kita duga-duga. Kami berharap  keluarga di Tolowata bisa bersabar menghadapi ujian ini,’’ujar Bupati.


 

Bupati meminta kepada Kades Tolowata dan Camat Ambalawi, segera mengajukan laporan jumlah kerugian yang dialami kemudian disampaikan pada Dinas Sosial. Agar kerugian para korban segera tertangani.

 

Pemerintah melalui Dinas terkait, telah menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa sembako dan seng serta tripleks kepada korban. Bantuan tersebut diserahkan sehari setelah musibah yang menghanguskan rumah warga Tolowata itu rata dengan tanah. (KIM WAWO)

Wabup : Safari Ramadan Tetap Patuhi Protokol Covid

 


Wakil Bupati Drs. H Dahlan HM Noer, dihadapan para jama’ah mengatakan, safari ramadhan merupakan agenda rutin Pemkab Bima. Hanya saja pada Ramadhan  tahun 2020 kemarin, tidak dilaksanakan karena pandemi Covid-19.

 

‘’Tahun ini, telah diijinkan oleh Pemerintah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid,’’ujar Wabup Dahlan, Selasa 20 April 2021, saat safari ramadhan di Masjid Uswatuh Hasanah, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi.



 

Dijelaskan Wabup yang biasa disapa Babe ini,  saat ini kita masih mengalami paceklik karena covid-19. Anggaran mengalami perubahan dan berakibat pada tertundanya semua program untuk masyarakat. Semua program berskala besar belum bisa dilaksanakan, termasuk yang akan dilakukan oleh para Kades.

 

‘’Nanti setelah keadaannya pulih, program-program tersebut akan kembali dilaksanakan. Oleh karena itu kita tetap melaksanakan protokol kesehatan covid,’’tambahnya.

 

Wabup berharap, Ramadhan  tahun ini, menjadi momentum yang baik bagi umat Islam untuk mawasdiri. Tidak hanya pintar ngomong namun harus dibarengi dengan kecerdasan. Ada keseimbangan kecerdasan, kepintaran dan karakter yang baik dan berbudaya, itulah yang menjadi kunci. Hilangkan saling mencaci, sakit hati dan menggangu orang lain.


 

‘’Mari kita bersatu untuk melanjutkan Bima Ramah. Terima kasih masyarakat Ambalawi telah berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan ketertiban,’’kata Wabup Dahlan.

Sementara itu Ustad Farhan dalam kultumnya menyampaikan Puasa merupakan sarana kita untuk menambah energi.  Maka kalau kita membutuhkan energi dari Allah SWT maka, kita harus menjalankan ibadah puasa yang hanya dilakukan selama satu bulan.

 

‘’Di bulan puasa ini, kita diminta untuk memperbanyak istighfar memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala,’’ujarnya.

 

Dijelaskan Farhan, istighfar sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga agar kita tetap on the track dan tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif.

 

Selain itu juga untuk memperjelas dan menyambungkan tiga dimensi waktu yaitu masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

 

Momen Safari Ramadhan di Desa Nipa ini, Pemerintah menyerahkan bantuan al-quran untuk masjid Uswatun Khasanah. Diserahkan oleh asisten III Setda Bima Drs. H Arifudin HMY, diterima oleh Camat Ambalawi Drs. Ishaka.


Hari kesembilan puasa Ramadhan 1442 Hijiriah, Pemerintah Kabupaten Bima melaksanakan safari ramadhan di Masjid Uswatuh Hasanah, Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi.

 

Sebelum melaksanakan sholat tarawih secara berjamaah, sore hari menjelang berbuka, Bupati Hj Indah Dhamayanti Putri SE dan Wakil Bupati Drs. H Dahlan HM Noer, menyerahkan bantuan pada warga Desa  Tolowata korban kebakaran. Kemudian melaksanakan do’a syukuran telah dilantiknya IDP-Dahlan sebagai  Bupati Bima terpilih, di Halaman kantor Kecamatan Ambalawi.

 

Sejumlah pejabat lingkup Pemkab Bima ikut hadir. Demikian pula, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj Rostiati Dahlan, S.Pd. Dan menghadirkan penceramah Ustadz Farhan. (KIM WAWO)

Senin, 19 April 2021

Terima Kasih TNI, Jembatan Kartika Eka Paksi Diresmikan Danrem

 


Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, SE., menyampaikan ucapan terimaksih dan apresiasi yang begitu besar, terhadap jajaran TNI. Baik terhadap Panglima TNI, Kasad dan Danren 162/WB. Karena fasilitas jembatan penghubung sementara menuju Kecamatan Madapangga, menggunakan sistem Acrow Panel, yang rusak akibat musibah banjir  awal April lalu, kini  telah selesai dibangun.

 

‘’Atas nama Pemerintah kami sampaikan terima kasih. Terutama pada Kasad Jendal Andika Pratama. Sudah  langsung mengirim pasukannya dan tiba di Bima kurang lebih seminggu yang lalu. Kemudian mengerjakan jembatan dengan hasil telah kita saksikan bersam-sama,’’ujar Bupati, , Selasa 20 April 2021.


 

Menurut Bupati, jembatan Kartika Eka Paksi ini sudah didesigne khusus, dengan kapasitas yang sudah ditentukan. Kepada warga, dapat mengawasi agar tidak dilewati oleh mobil atau truk yang kapasitas muatannya lebih dari 15 ton.

 

Perhatian yang diberikan oleh TNI, sangat mempermudah akses masyarakat yang saat sekarang tengah melaksanakan panen hasil pertanian.

 

“Inilah bukti kedekatan TNI dengan masyarakat. TNI hadir tidak hanya membawa jembatan tetapi langsung mengerjakan.


 

Bupati Bima dua periode ini berharap, masyarakat Madapangga dapat menjaga kondisi hutan, agar tidak menjadi penyebab banjir yang akan menggenangi Desa dan Kecamatan disekitar.

 

Ratusan warga dari Desa Rade dan Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, hadir dan bersuka cita menyaksikan peresmian jembatan Kartika Eka Paksi oleh Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Riza Ramdhani, S. Sos, SH, M Han.

 

Selain membangun jembatan penghubung menggunakan sistem Acrow Panel di Desa Bolo dan Desa Rade, dalam waktu sepuluh hari, anggota TNI dari Batalyon Zeni Konstruksi ( YONZIKON ) TNI - AD, juga membangun jembatan di Desa Tonda dan Desa Campa.


 

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Riza Ramdhani, menyampaikan rasa syukurnya pada warga di Desa Rade dan Bolo, dapat hadir untuk meresmikan jembatan Kartika Eka Paksi.

 

Pemberian terhadap nama Kartika Eka Paksi, kata Danrem, telah didiskusikan dengan masyarakat di Desa Bolo dan Rade. Dan merupakan lambang kehormatan dalam TNI angkatan Darat. 

‘’Atasa nama Korem Wira Bakti mengucapkan terima kasih pada Kasad, telah mengirimkan pasukan maupun peralatan  jembatan, acro panel. Untuk membantu pasca bencana banjir di Bima,’’ujar Danrem.

 

Danrem Rizal, juga menyampaikan terima kasih pada Pemerintah Dearah yang telah mensuport. Pada masyarakat Desa Bolo dan Rade  yang sangat luar biasa. Setiap hari gotong royong tidak mengenal waktu.

 

Sinergitas, menyatunya TNI dengan rakyat harus terus kita kembangkan. Karena, kata Danrem, negara kita kuat apabila TNI dan Rakyatnya menyatu. TNI ingin mengabdi yang terbaik untuk rakyat, karena lahir dari rakyat.


 

‘’Oleh karena itu, kami ingin selalu berbuat yang terbaik untuk rakyat,’’ungkapnya. 

 

Usai peresmian, Danrem Wira Bakti, Bupati dan Wakil Bupati Bima serta sejumlah pejabat melaksanakan buka puasa bersama di Masjid Nurul Yakin Desa Bolo. Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Magrib berjama’ah. 

 

Peresmian jembatan yang menghubungkan Desa Bolo dan Desa Rade itu, ikut dihadiri pula oleh Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE, Wakil Bupati, Drs H Dahlan HM Noer, Kapolres Kabupaten, Dandim 1608/Bima, Anggota DPR RI Komisi III, H Muhammad Syafrudin, ST., MM, Anggota DPD RI, Evi Apita Maya, anggota DPRD Kabupaten Bima dan sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bima. (KIM WAWO)

Bupati Sampaikan Capaian Tiga Tahun Terakhir



Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi antara Pemerintah Kabupaten Bima dengan Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) RI, di gelar di Aula Sidang Utama, Kantor Bupati, Desa Godo, Selasa, 20 April 2021.

 

Turut hadir pada Rakor tersebut  Wakil Bupati Drs. H Dahlan HM Noer, Sekretaris Daerah Drs. H Taufik HAK, M.Si, dan seluruh Pimpinan OPD lingkup Pemkab Bima.

 

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE, dihadapan Tim KPK dan peserta Rakor menyampaikan,  8 (delapan) program capaian intervensi pencegahan dari tahun ke tahun  trennya mengalami peningkatan.

 

Pada tahun 2018 meningkat sebesar 66 persen, tahun 2019 meningkat 67 persen dan pada tahun 2020 meningkat sebesar  77 persen. 

 

Tren yang terus mengalami peningkatan ini, kata Umi Dinda, tentu dukungan seluruh stake holder yang terkait. Terutama dukungan pembinaan dan arahan dari tim monitoring KPK RI. 

 

Kedepan, Pemerintah Kabupaten Bima akan terus dan tetap berkomitmen, memaksimalkan capaian realisasi sesuai harapaan tim KPK.

 

‘’Dalam menghadapi berbagai permasalahan Pemkab Bima, tetap meminta arahan dari Tim KPK  RI beserta jajarannya,’’ujar Bupati.

 

Bupati Bima dua periode ini menyampaikan selamat datang pada Tim KPK. Dan berterima kasih telah memberikan dukungan terhadap Pemkab Bima. Selama 3 (tiga) tahun terakhir Tim KPK sudah membantu, memfasilitasi terkait permasalahan, pelimpahan serta penyerahan aset, antara Pemerintah Kabupaten dan Kota Bima. 

 

Pemberantasan korupsi melalui 8 (Delapan) program tetap dilakukan dan menjadi komitmen Pemkab Bima. Tentunya, setiap masalah yang dihadapi, wajib diselesaikan bersama. Dan permasalahan yang dihadapi adalah bagian dari beban dan tanggung jawab kita selaku Pemerintah.



Menurut Bupati Umi Dinda, kita manfaatkan kehadiran KPK RI beserta tim, meminta petunjuk sebaik-baiknya, menghadapi berbagai kendala untuk menyelesaikan beberapa hambatan dan rintangan.

 

Kepada Tim KPK- Ri, Bupati berharap dapat memberikan arahan, masukan agar pencegahan korupsi di Kabupaten Bima bisa diminimalisir.

 

Sementara itu Ketua Tim KPK RI  Wilayah V, Ismail Hindersah, menyampaikan terima kasih dapat bertemu langsung dengan jajaran Pemkab Bima.

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mempunyai tugas yaitu Pencegahan, Monitor, Koordinasi, Supervisi, dan penindakan serta eksekusi dalam pemberantasan korupsi. Hal itu sesuai dengan pasal 6 Undang- Undang No 19 tahun 2019.

 

Dijelaskan Ismail,  titik rawan korupsi dilingkup Pemerintah adalah pada Perencaanaan APBD, penganggaran ABPD, pelaksanaan APBD. Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ)/mark up, Penurunan Spek/Kualitas, Pemotongan oleh Bendahara, Perizinan, Pembahasan dan pengesahan regulasi. Pengelolaan pendapatan daerah, rekrumen, promosi, rotasi kepegawaian, pelayanan publik dan penegakan hukum.

 

Ismail berharap, Pemerintah Kabupaten Bima dapat memberikan contoh terbaik dalam menjalankan program-program. Dan dapat bekerja serius dengan sebaik-baiknya.

 

‘’Kita berharap di Kabupaten Bima nihil Korupsi,’’ujar Ketua Tim Ismail. (KIM WAWO)