Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Turelinggampo,Saksi Bisu Sejarah Masuknya Islam Di Kecamatan Wawo

KM. LENGGE WAWO,- Disebuah desa dikecamatan Wawo tepatnya di dusun Ronamasa Rt. 16 Rw.03 desa Kambilo berdiri sebuah masjid yang oleh masyarakat setempat diberi nama masjid Babussalam Kambilo.

Lengge Filosofi Hidup, Bukan Simbolitas

KM. LENGGE WAWO,- Sebuah pepatah kuno mengatakan ‘’sebuah gua apabila memiliki pintu kayu,tidak lagi disebut gua tetapi sebuah rumah”

Sagele, Budaya Yang Terlupakan...

KM.Lengge Wawo,- dulu, beberapa tahun silam, ketika musim musim bercocok tanam seperti saat ini adalah suatu yang paling menyenangkan bagi masyarakat kecamatan wawo khususnya yang bermukim di Desa Maria

Tradisi Hanta Uma, Kedepankan Kepentingan Bersama

KM LENGGE WAWO,- Masyarakat Kecamatan Wawo adalah masyarakat yang kental dengan kehidupan gotong royong dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Oi Kananga, Daya Tarik Tersendiri Di Desa Kombo

KM. LENGGE WAWO,- Apabila anda berkunjung ke Kecamatan Wawo,Khususnya di Desa Kombo, salah satu desa yang berada diujung timur kecamatan Wawo ada sebuah daya tarik tersendiri yang pantas direkomendasikan menjadi tempat untuk sejenak melepaskan beban rutinitas, Oi Kananga.

Senin, 07 Maret 2022

Bupati IDP: Perempuan Berkipah, Bukan Untuk Bersaing Dengan Laki-laki



Peringatan Hari Perempuan Internasional (International Woman Day) tanggal 8 Maret sebagai sebuah momentum peringatan untuk perjuangan wanita dalam memperjuangkan keseteraan dan hak-hak perempuan tahun  ini diisi dengan beragam kegiatan salah satunya adalah Webinar Nasional yang  digagas oleh program INOVASI NTB, Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Hamzanwadi (UNHAM) menampilkan keynote speaker Wakil Gubernur NTB Dr.Ir.Hj Sitti Rohmi Djalilah M.Pd dengan tiga orang pembicara.

 

Sebanyak 800 peserta yang terdiri dari berbagai daerah di NTB terdiri dari mahasiswa, pendidik, dan umum mengikuti secara virtual pemaparan tiga orang narasumber yaitu Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dengan materi “Kontribusi Kepemimpinan Perempuan Pada Ranah Publik, Ketua II Pimpinan Pusat NWDI Hj, Baiq Rohmayani, M.Pd dengan judul materi “Kontribusi Kepemimpinan Muslimat NWDI Dalam Pemberdayaan Perempuan” dan Manager of Management, Evaluation, Research & Learning (MERL)  INOVASI Rasita Purba Ph.D dengan materi “Hasil Kajian Kepemimpinan Perempuan di Sekolah”  yang dipandu Moderator Dr. Marzoan

 

Wakil Gubernur NTB  Dr. Ir. Hj Sitti Rohmi Djalilah M.Pd  sebagai Keynote Speaker menjelaskan bahwa perempuan tidak perlu bersaing dengan laki-laki karena setiap perempuan diberikan keistimewaan masing-masing. Hj. Rohmi juga memaparkan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam berkontribusi  lebih besar dalam membangun negara. Juga pada saaat yang sama harus menjadi pionir dalam pembangunan bangsa pada berbagai sektor.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE yang menjadi Narasumber I memaparkan peran perempuan dalam ranah publik mengungkapkan, "pejabat perempuan di Kabupaten Bima mampu menempati posisi strategis bukan hanya karena dia perempuan tetapi karena memiliki kemampuan bekerjasama dalam tim.  Untuk berkiprah secara nyata, tidak cukup dengan gelar yang tinggi, tetapi diperlukan kompetensi agar mampu berkinerja dengan baik dan kehadiran perempuan dalam ranah publik bukan untuk bersaing dengan laki-laki".  Tegas Bupati

 

Bupati perempuan pertama di NTB ini menjelaskan, dibawah kepemimpinannya  visi membangun kabupaten Bima yang  Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal (RAMAH) secara berkelanjutan  telah dijabarkan dalam misi  Membangun sumber daya manusia (SDM) yang maju, mandiri, berdaya saing dan inovatif dengan pengarusutamaan gender yang menitik beratkan pada pemberdayaan perempuan dan pengarus utamaan gender.

 

"Program daerah di bidang pelayanan publik, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memfokuskan pada Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Aspek lainnya terang Bupati IDP yaitu  Peningkatan kapasitas BPD perempuan melalui Sekolah Anggaran Desa (SEKAR Desa) dan  Pemberdayaan perempuan melalui Sekolah Rintisan Perempuan untuk Perubahan (La-RIMPU)".

 

Progam lainnya yang dijabarkan adalah "Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Perencanaan pembangunan inklusif melalui Musrenbang khusus kelompok perempuan, anak, berkebutuhan khusus dan Lansia, Memberikan Kesempatan Kepada Perempuan untuk menduduki jabatan struktural dan Jabatan Fungsional Strategis serta memberikan dukungan kepada organisasi perempuan baik PKK, GOW, IPEMI dan organisasi lainnya". Jelas Bupati.

 

Diakhir paparan, Bupati mengucapkan selamat hari perempuan internasional kepada seluruh perempuan indonesia, "Mari Bergandengan Tangan Untuk Indonesia Lebih Maju". Tutupnya.

Minggu, 06 Maret 2022

Hadiri RAKOR DRPPA, Bupati Bima Bacakan Komitmen Bersama



Kunjungan Kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si ke NTB Senin (7/3) selain melakukan Rapat Koordinasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA)  di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB juga menghadiri Launching kabupaten/kota Ramah Perempuan dan Layak Anak Se-NTB dan Penanda tanganan Komitmen Bersama Provinsi dan Kabupaten/Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak (KRPLA) antara Pemerintah Provinsi NTB dengan para Bupati dan Walikota.

 

Dalam Rakor yang dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi SE dan beberapa pimpinan daerah seluruh NTB tersebut, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE didaulat untuk membacakan komitmen bersama di hadapan seluruh pemangku kepentingan di NTB untuk mewujudkan Provinsi dan Kabupaten Ramah Perempuan dan Layak Anak (KRPLA).

 

Menteri PPPA I.G.A.Bintang Darmawati dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya semua level pemerintahan berkomitmen mewujudkan daerah ramah perempuan dan anak. "Upaya ini tentu saja dimulai dari level paling bawah. Tidak akan ada provinsi ramah perempuan dan layak anak tanpa kabupaten/kota ramah perempuan layak anak. Demikian pula tidak akan ada kabupaten/kota ramah perempuan dan layak anak tanpa desa/kelurahan ramah perempuan layak anak". Tandasnya.

 

Sementara itu, Bupati Bima memaparkan, Pemerintah kabupaten Bima menindak lanjuti komitmen bersama tersebutdengan  menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor 03/III/2022 Tentang Penetapan 16 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di kabupaten Bima.

 

"16 desa tersebut akan menjadi 1 desa model dan 15 desa rintisan integrasi  program   dan   kegiatan   untuk mendukung   pelaksanaan   pencapaian   indikator dan mendorong partisipasi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan DRPPA. Langkah ini juga penting dalam melakukan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi atas pelaksanaan model, melakukan pembinaan dan pengawasan kepada pemerintahan desa/kelurahan untuk memastikan implementasi DRPPA". Jelas Bupati 



 "Hal terpenting adalah sinergitas program dan kegiatan yang mencakup fasilitasi pengorganisasian perempuan dan anak, pelibatan  perempuan   dan   anak  dalam  proses pembangunan di desa/kelurahan. Upaya ini mensyaratkan penyediaan  data yang  memuat  data  pilah tentang perempuan dan anak.

 

Aspek lainnya adalah fasilitasi   pendampingan   penyusunan    Perdes, advokasi dan memastikan adanya pembiayaan dari keuangan  desa  dan  pendayagunaan  aset  desa untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak melalui pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa/kelurahan.

 

Ada banyak tantangan yang harus diselesaikan antara lain peningkatan   pemberdayaan   perempuan   dalam kewirausahaan berprespektif gender, penyediaan sistem pengasuhan berbasis hak anak, pencegahan  kekerasan terhadap perempuan dan anak, penghapusan pekerja anak dan pencegahan perkawinan usia anak  di tingkat desa/kelurahan. Juga layanan     komprehensif   di tingkat kabupaten dan  provinsi bagi perempuan dan anak korban kekerasan". Jelas Bupati

 

Pada Rakor tersebut Bupati Bima didampingi Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima Drs. Syahrul, Kabid Perencanaan Sosial Budaya Bappeda  Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc   dan Kabid Sosbud DPMD Iman N.Sulaiman S.Sos 

Pimpin Rakor Virtual, Bupati IDP Minta Camat Pantau Tahapan PILKADES



Usai mengikuti Rapat Koordinasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB Senin (7/3) 2021 Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE memimpin Rapat Koordinasi secara Tatapmaya (virtual) dengan  18 Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima  menggunakan aplikasi zoom meeting

 

Dua agenda penting yang dibahas oleh Bupati dan para Camat pada kesempatan tersebut adalah mendengarkan pemaparan progres tahapan pemilihan kepala desa yang sedang berlangsung di sejumlah kecamatan dan menerima laporan cakupan vaksinasi.

 

Pada Rakor tersebut, Bupati Bima secara khusus menginstruksikan para Camat terus memantau perkembangan yang muncul dalam tahapan Pilkades. Hari ini adalah batas pendaftaran para  bakal calon. Oleh karena itu Camat diminta melakukan pengecekan persiapan Pilkades di tingkat desa untuk memastikan kesiapan desa tersebut mengikuti pesta demokrasi.

 

Dalam Rakor yang dipandu oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan tersebut Bupati memaparkan,

"Kepada para camat  yang desanya melaksanakan Pilkades pada tahun ini agar setiap dinamika yang muncul di lapangan dengan tingkat kerawanan tinggi dicermati dengan baik untuk diantisipasi sehingga tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas". Terang Bupati.

 

Selain mengharapkan kewaspadaan, para camat dan jajaran harus memastikan partisipasi masyarakat pada Pilkades karena keberhasilan Pilkades juga ditentukan oleh tingginya tingkat partisipasi masyarakat pada setiap tahapan termasuk saat pencoblosan". Harapnya.

 

Hal lainnya yang muncul dalam Rakor tersebut, Bupati  mengingatkan para camat untuk mewaspadai perubahan cuaca. "Saya minta kepada para camat untuk tetap meningkatkan kesiap siagaan menghadapi perubahan musim karena seperti yang kita lihat, intensitas curah hujan masih tinggi dan kita belum melewati puncak musim hujan. Oleh karena itu agar mewaspadai timbulnya bencana di masing-masing kecamatan". Kata Bupati.

 

Menutup arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja keras para Camat, Muspika, para kepala desa dan tenaga vaksinator dalam mengejar capaian target vaksinasi yang telah ditetapkan untuk masing-masing kecamatan. Namun demikian saya berharap capaian vaksinasi khususnya dosis II dan Dosis lanjutan terus dimaksimalkan.

Kabupaten Bima Catat Cakupan Vaksinasi 73,74 Persen Dosis II



Kerja keras dan kekompakan tiga pilar yaitu Pemerintah daerah, aparat TNI dan POLRI di kabupaten Bima yang secara massif bergerak bersama tenaga vaksinator baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa berhasil meningkatkan secara signifikan capaian vaksinasi Dosis I, Dosis II dan Dosis lanjutan.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Bima M.Chandra Kusuma AP selaku Sekretaris Tim Gugus Tugas COVID-19 menyampaikan laporan terkini cakupan vaksinasi di seluruh Kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Bima. "Mengacu pada data manual capaian vaksinasi Kabupaten Bima per 7 Maret 2022 dari target 386 854  target, sudah dicapai dosis I sebanyak 341.836 target atau 88,36 persen sedangkan Dosis II sudah mencapai 285.270  target atau 73,74 persen dan dosis III sebanyak 10.058 target atau 2,60 persen". Terangnya.

 

"Ditilik berdasarkan capaian berbasis fasilitas kesehatan (Puskesmas) Kecamatan Soromandi mencapai 94,97 persen disusul Kecamatan Donggo 94, 43 persen, Kecamatan Lambitu 89,94 persen, Puskesmas Langgudu Timur 88,53 persen dan Kecamatan Bolo 85,77 persen.  Di sisi lain, posisi lima besar kecamatan yang belum memenuhi target 70 persen yaitu  PKM Pai-Wera 50,24 persen, Kecamatan Wera 50,18 persen, Kecamatan Sanggar 51,44 persen, Lambu  54,78 persen dan Langgudu 46,78 persen.

 

Untuk meningkatkan secara signifikan cakupan vaksinasi pada kecamatan yang masih di bawah target tersebut Dinas Kesehatan, BPBD beserta perangkat daerah pembina akan melakukan berbagai upaya. Di kecamatan Wera misalnya sebagai salah satu kecamatan dengan cakupan vaksinasi dosis II  yang yang belum mencapai angka   80 persen,  Rabu 9 Maret 2022, OPD Pembina Kecamatan Wera dalam hal ini Dinas Kesehatan dan  Dinas Pertanian akan dilakukan Gebyar vaksinasi yang dipusatkan di Lapangan desa Tawali.

 

 Pada Gebyar vaksinasi di kecamatan  Wera telah disediakan  doorprize berupa 3  unit sepeda, kipas angin, setrika, drink set dan peralatan dapur.   2. 000 paket sembako  juga akan dibagikan kepada ada warga yang mengikuti vaksinasi dosis 2 dan dosis 3 dan berhak membeli paket minyak goreng kemasan 2 liter seharga 28 ribu rupiah dari   Operasi Pasar Dinas Perindag kabupaten Bima  yang mengikuti vaksinasi tersebut.

 

Beragam langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan secara signifikan cakupan vaksinasi di kecamatan Wera. Upaya yang sama juga akan dilakukan di kecamatan lain yang cakupan vaksinasinya masih di bawah target.

Jumat, 04 Maret 2022

Launching Pengiriman Perdana Jagung Bima ke Surabaya



Launching pengiriman perdana jagung asal Bima ke Surabaya oleh PT. Charoen  Pokphand Indonesia (CPI) TBK Bima  Sabtu (5/03) yang ditandai dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi pada truk pengangkut dihadiri oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Ir. Bambang Pamudji M.Si berlangsung di lokasi perusahaan PT CPI Bima Desa Monggo Kecamatan Madapangga.

 

Bupati Bima  dalam sambutannya mengatakan,  ada  banyak dukungan berkaitan dengan keberadaan PT CPI sebagai salah satu  menopang komoditas jagung yang ditanam oleh para petani di sekitar wilayah Madapangga, Bolo, Donggo, Soromandi hingga Sanggar bahkan juga menyokong panen jagung di wilayah kecamatan lainnya. Terkait komoditi jagung ini, "stabilitas harga sangat diharapkan oleh para petani, sehingga hasil panen akan memberikan dampak yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat". Terang Bupati.

 

Sesditjen Bambang Pamuji mengawali sambutannya menyampaikan rasa bangga dengan kiprah petani di Kabupaten Bima. Menurutnya, mengacu pada data potensi jagung di Kabupaten Bima, yang dipalukan panen seluas 5.000  hektar dari  52 ribu hektar lahan yang ada. Ini sesuatu yang  signifikan namun yang menjadi persoalan kata Bambang, tidak semua hasil panen yang mencakup volume dan luas lahan dilaporkan kepada BPS dan Kementerian Pertanian dan ini yang perlu didorong agar semua tercatat supaya kinerja sektor pertanian di Kabupaten Bima dan NTB tercatat di BPS.

 

"Kehadiran PT. CPI diharapkan dapat menjaga stabilitas harga jagung, sekaligus memberikan kesejahteraan kepada petani jagung. Melalui kehadiran penampung (obstacer) dan melengkapinya dengan kesepakatan antara pihak perusahaan dengan petani untuk bisa menjamin secara berkelanjutan  produk dan memastikan  kestabilan harganya.

 

Disamping itu, kata Bambang, perlu dilakukan  evaluasi harga jagung secara berkala, baik bulanan, triwulan maupun tahunan dengan prinsip PT. CPI harus memberikan kepastian sebagai penampung hasil panen dengan harga yang disepakati.   Terima kasih atas dukungan Bupati dalam upaya meningkatkan kinerja Kementerian Pertanian dan mudah-mudahan keberadaan PT. CPI akan memberikan berkah bagi petani di Kabupaten Bima". Pungkas Bambang.

 

Sebelumnya, Direktur PT CPI Bima Syamsul H. dalam laporannya mengatakan, sebanyak 45 ton jagung dilakukan pengiriman perdana  dari 2.600 ton jagung yang ada. Dari jumlah tersebut kata Syamsul sebanyak 300 ton dilakukan pengiriman melalui jalur darat dan 2.300 ton melalui pengiriman tol laut. Secara teknis, perusahaan yang dipimpinnya memiliki kapasitas produksi  jagung 1.000 ton per hari, pengiriman jagung curah 1.000 ton per hari dengan kapasitas mesin pengering berkapasitas 900 ton per hari   dan penyimpanan  4 X5.000 ton silo.

 

"Pembangunan pabrik pengolahan jagung di desa Monggo tersebut ditujukan untuk mengantisipasi peningkatan produksi jagung petani Bima dan Dompu yang sangat berkualitas sebagai jagung premium  dan sangat bagus untuk pakan ternak".

 

Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil ketua DPRD Kabupaten Bima Hj Nurhayati MM dan Azhar S.Sos (Anggota DPRD Dapil II), Kadis Pertanian Provinsi NTB Muh. Riadi SP, Mec.Dev,  Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima Ir.Hj. Nurma M.Si, Kadis Ketahanan Pangan Ir. H. Natsir, Kadis Kelautan dan Perikanan Ir. Rendra Farid dan Kadis Peternakan dan Keswan Ir. Syaifudin.

Bupati Bima dan Kementan Panen Raya Varietas Padi IP-400



Setelah sebelumnya Launching pengiriman perdana jagung asal Bima ke Surabaya oleh PT. Charoen  Pokphand Indonesia (CPI) TBK Bima  Sabtu (5/03), Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Ir. Bambang Pamudji M.Si beserta pejabat teras pemerintah kabupaten Bima melakukan Panen Raya padi kegiatan optimalisasi peningkatan  IP-400 Musim Tanam I di Kelompok Tani Bolo Utama  Desa Bolo Madapangga dan pencanangan gerakan tanam Padi Impari  32 varietas IP-400  di So Bolo Utama desa Bolo dengan  sistem jajar legowo.

 

Bupati Bima  dalam sambutannya sesaat setelah panen padi mengungkapkan, kecamatan Bolo dan Madapangga memiliki lahan pertanian produktif yang memberikan kontribusi sebagai lumbung pangan daerah. Namun  di sisi lain, dengan makin bertambahnya jumlah penduduk maka diperlukan perlu penataan lahan untuk keberlanjutan program lumbung hijau dengan tetap mempertahankan keberadaan lahan pertanian secara lestari.

 

Terkait penanaman padi varietas unggulan, "kendala terbesar bagi petani di Kabupaten Bima untuk bisa memproduksi komoditi pertanian sepanjang tahun adalah persoalan irigasi. Oleh karena itu dukungan pemerintah pusat akan sangat membantu upaya peningkatan produktivitas lahan pertanian yang ada.  Khusus di kawasan Kelompok Tani Bola Utama Desa Bolo dan sekitarnya kami menginisiasi kawasan ini untuk dapat mengimplementasikan program padi IP-400 yang pada dasarnya ditanami 3 kali setahun. Saat ini pendekatan pertanian terpadu melalui pemanfaatan bahan organik dari kotoran sapi yang ada di kandang-kandang masyarakat di depan masyarakat diharapkan dapat menanam dan dengan sepanjang tahun, bukan hanya pada musim hujan tetapi juga memasuki musim kemarau". Terang Bupati.

 

Bupati yang hadir bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Hj Nurhayati MM dan Azhar S.Sos (Anggota DPRD Dapil II), Kadis Pertanian Provinsi NTB Muh. Riadi SP, Mec.Dev,  Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima Ir.Hj. Nurma M.Si, Kadis  dan sejumlah Kepala Perangkat daerah terkait memaparkan, "masyarakat diharapkan  memperhatikan kebijakan yang ada sehingga komoditas padi diharapkan tetap menjadi warisan sebagai komoditas utama.

 

Pada kesempatan tersebut,  Sesditjen Bambang Pamuji yang memaparkan arahan Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa Kecamatan Madapangga merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Bima selain Kecamatan Monta, Madapangga, Lambu dan Sape. Program IP-400 merupakan inovasi dalam berusaha tani untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sehingga bisa dilakukan penanaman dan panen 4 kali dalam setahun dan hal ini mengharuskan petani untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru.

 

"Kebiasaan tersebut antara lain persemaian dilakukan 15 hari sebelum panen di luar areal dengan sistem culik, semai darat, dan menggunakan dapog/tray dan menggunakan percepatan pengolahan lahan 1 hingga 7 hari setelah panen. Menggunakan varietas umur yang lekas berbuah (genjah) dan melakukan mobilisasi alat produksi dan mesin pertanian untuk percepatan olah lahan, tanam dan panen.

 

Penting juga bagi para petani melakukan mitigasi hama dan penyakit serta pengendalian hama terpadu dan jika serangan hama meluas dan penyakit dapat dilakukan rotasi tanaman untuk memutus mata rantai hama dan penyakit. Program IP-400 akan berjalan dengan baik jika dilakukan sinergi kegiatan dan anggaran dengan semua pemangku kepentingan yang dikoordinasikan oleh pimpinan daerah setempat". Jelas Bambang.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma M.Si dalam laporannya mengatakan,  dalam upaya  mendorong implementasi  IP 400, kunci utamanya adalah ketersediaan air, sehingga diperlukan dukungan infrastruktur irigasi teknis. Oleh karena itu, pembangunan embung-embung berskala besar sebagai penampung air sangat dibutuhkan  disamping DAM parit, irigasi perpipaan dan sumur bor dangkal perlu diupayakan agar dapat berdampak signifikan dalam mengingkatkan produksi pangan. Sehingga dapat menjadi penyangga yang kuat bagi penyediaan pangan pokok secara nasional maupun tujuan ekspor. Kata Hj. Nurma.

 

Aspek lainnya kata Hj. Nurma kebutuhan alat mesin pertanian pra panen dan pasca panen sebagai ujung tombak dalam menyukseskan program IP-400 penting untuk memaksimalkan potensi lahan dengan 4 kali tanam dan panen. Oleh karena itu, ketersediaan handtraktor dan combine harvester sangat penting bagi petani dalam implementasi IP-400 yang didorong untuk tetap menjaga stabilitas produksi beras mengingat banyak lahan beralih ke pertanian jagung  karena harga jual komoditi ini yang bagus".  Kata Kadis Pertanian.