Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Thursday, 7 December 2017

Rumah Inovasi Diresmikan


KM LENGGE,- Bagi sebagian besar orang diyakini bahwa Pendidikan dapat menjadi jembatan bagi seseorang untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik. Tak hanya itu, mereka yang cerdas dan terdidik dipercaya dapat memegang tongkat estafet pembangunan negara ini.

Akan tetapi untuk melahirkan dan mewujudkan generasi-generasi penerus yang berkualitas, institusi pendidikan tentu membutuhkan guru-guru yang tak biasa, yang mau berinovasi melahirkan cara-cara mengajar dan mendidik yang tak hanya sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman, namun juga yang mampu mendorong peserta didik lebih bersemangat untuk terus belajar.

Menjawab kebutuhan itulah INOVASI lantas hadir. Sejak Juni 2016, Kabupaten Bima telah menjadi salah satu kabupaten mitra INOVASI. Sebagai program yang didanai oleh Pemerintah Australia dalam kemitraannya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, INOVASI merupakan program pendidikan yang bertujuan untuk memahami dan menghadapi tantangan pembelajaran di kelas, terutama terkait dengan literasi dan numerasi, di jenjang pendidikan dasar.

Dalam perjalanannya, seluruh rangkaian kegiatan Workshop Guru BAIK yang digelar di Kabupaten Bima, dengan dukungan dana APBD, sejak Maret 2017 lalu telah berhasil mengubah pola pikir guru terhadap proses pembelajaran di kelas, sekaligus mendorong mereka menjadi tergerak untuk berinovasi dan mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka dalam menciptakan media pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan anak didik di kelas.

“Kehadiran INOVASI di Kabupaten Bima ini membawa dampak positif bagi guru-guru yang ada di wilayah kami. Mereka jadi lebih inovatif dalam mengajar. Mudah-mudahan, semangat ini bisa tertular pada guru-guru lain yang sekolahnya belum terlibat dalam kegiatan INOVASI. Kami berterima kasih pada INOVASI yang telah mendampingin guru-guru kami,” paparDahlan M. NoerWakil Bupati Kabupaten Bima di sela-sela kunjungannya di SDN Sondosia beberapa waktu lalu.

Agar inovasi-inovasi yang telah digagas oleh para guru dari 25 sekolah yang menjadi dampingan INOVASI dapat dikenali oleh khalayak luas, bekerja sama dengan INOVASI, Dinas Pendidikan Kabupaten Bima pun menghelat kegiatan Temu INOVASI: Inspirasi dari guru. Selain sebagai ajang unjuk karya, dalam kegiatan yang dihelat pada Kamis, 30 November 2017 ini juga penanda diresmikannya Rumah INOVASI sebagai wadah bagi para guru untuk bertukar ilmu dan melahirkan inovasi-inovasi pembelajaran yang lebih beragam.

“Mudah-mudahan, hadirnya Rumah INOVASI ini bisa menjadi wadah bagi para guru untuk bertukar ilmu, bertukar pikiran, dan bertukar ide agar semakin banyak inovasi-inovasi yang bisa diciptakan untuk meningkatkan kualitas belajar anak, terutama dalam hal membaca dan berhitung. Bila ini terwujud, kualitas sumber daya manusia di kabupaten ini juga akan meningkat dan menuju ke arah yang lebih baik,” tutur H. Maruf, SE Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bima.

Menanggapi niat baik ini, Mark Heyward selaku Program Direktur INOVASI mengaku cukup berbangga hati sebab program rintisan yang digagas INOVASI bisa mendorong tak hanya perubahan di level guru, namun juga dukungan positif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Bima.

“Hadirnya Rumah INOVASI ini sungguh merupakan dukungan positif yang layak kita beri apresisasi. Ini wujud betapa pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bima memiliki kepedulian yang luar biasa besar dalam peningkatan mutu pendidikan bagi siswa-siswa sekolah dasar di kabupaten ini. Semoga dukungan positif ini bisa menjadi awal mula lahirnya generasi-generasi emas di kabupaten ini, sekaligus menjadikan Kabupaten Bima sebagai salah satu kabupaten inovatif di NTB,” ungkap Mark.

Program INOVASI diluncurkan di Provinsi NTB, ditandai dengan ditandatanganinya MoU antara Gubernur Nusa Tenggara Barat dengan Kabalitbang Kemdikbud RI. Menindaklanjuti MoU tersebut pada bulan Juli – Agustus 2016 yang lalu di laksanakan kegiatan roadshow di 6 Kabupaten mitra INOVASI ( Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Dompu)

Dari perjalanan tersebut menghasilkan komitmen dari tiap-tiap Kabupaten dalam bentuk Surat Pernyataan Berminat dalam mengikuti Program INOVASI.  Pada September 2016, seleksi Kabupaten Mitra INOVASi di Provinsi NTB menghasilkan terpilihnya 6 Kabupaten yang lalu dilanjutkan dengan Penandatanganan Kesepahaman Bersama antara Gubernur NTB dengan 6 Bupati (Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima dan Dompu)

Dengan ditandatanganinya MoU tersebut maka terbentuklah Steering Committee di Provinsi NTB dan 6 kabupaten mitra INOVASI.  Komitmen tinggi dari Pemerintah Kabupaten mitra INOVASI ditunjukkan dengan Perencanaan dan pendampingan program INOVASI dari APBD Kabupaten pada tahun anggaran 2017.

Total dari dana APBD dari kabupaten mitra INOVASI mencapai Rp. 1.764.264.000,-. Sejak Maret hingga Oktober 2017  telah dilaksanakan Lokakarya Guru BAIK serta Lokakarya Formative Assessment di kabupaten-kabupaten mitra INOVASI.

Di Kabupaten Bima sendiri, kegiatan Guru BAIK dan formative assessment telah diikuti oleh 25 Sekolah Dasar yang terdiri dari 125 guru dan 25 Kepala Sekolah serta 5 fasilitator dan 4 Pengawas. Hasilnya,84% peserta dapat mengidentifikasi permasalahan belajar siswa berdasarkan indikator-indikator serta 92% peserta mampu melakukan analilsa data dan refleksi sesuai indicator tersebut.
Sementara, dalam workshop formative assessment yang diikuti oleh 45 guru dan 10 kepala sekolah dari 10 sekolah dan didampingi oleh 5 fasilitator daerah, peserta mampu mengembangkan strategi penilaian formatif dalam proses pembelajaran sekaligus mengembangkan rencana tindak lanjut dalam pembelajaran.

Tuntas dengan kedua kegiatan tersebut, per September 2017, INOVASI melaksanakan pra kegiatan program rintisan baru bernama Gerakan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (GEMBIRA) dengan menggunakan pendekatan khas ala INOVASI, PDIA (Problem Driven Iterative Adaptation).

Program rintisan ini telah melalui serangkaian proses, mulai dari rekrutmen dan pelatihan fasilitator daerah hingga melakukan observasi kelas di sekolah yang menjadi sasaran. Kini, program rintisan ini telah memasuki tahapan uji coba gagasan. Rencananya, pada 2018, program rintisan ini akan diluncurkan dan diimplementasikan di sekolah dampingan.

Puncaknya, pada November 2017, INOVASI menghelat SC Meeting pada 28 November diilanjutkan dengan Kegiatan Temu INOVASI pada 30 November 2017. Pada kegiatan SC Meeting yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Plt. Kepala Dinas Pendidkan Kebudayaan dan Olahraga, Kepala Bappeda, hingga Fasilitator Daerah Program Rintisan Guru BAIK dan Program Rintisan Gerakan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (GEMBIRA) setiap stakeholder bersepakat bahwa perlu adanya keterlibatan setiap pihak dan seluruh jajaran pemerintahan untuk mendukung pelaksanaan dan penerapan kegiatan INOVASI sehingga angka Anak Putus Sekolah (ATS) di Kabupaten Bima makin menurun.

Sementara itu, Plt Dinas Dikbudpora berrjanji akan mengkaji agar ke depannya dana ADD bisa digunakan mendukung Program INOVASI, terutama untuk mendorong sekolah-sekolah di wilayah desa yang bersangkutan bisa memunculkan inovasi-inovasi dalam bidang pendidikan.

Harapannya, pada 2018 jumah sekolah yang terlibat dalam gerakan inovasi ini bisa bertambah dua kali lipat dari apa yang sudah berjalan pada 2017. Adapun untuk daerah atau sekolah yang akan didampingi, pihak Bappeda berencana menggunakan sistem Dapil, dimana nantinya yang akan didampingi adalah sekolah-sekolah dalam satu gugus yang ada dalam Dapil tersebut.

Selain hal tersebut, pada 2018 mendatang, INOVASI juga berencana melakukan penguatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat, maupun fasilitator daerah yang terliba dalam program-program rintisan INOVASI, salah satunya adalah melalui workshop dan forum multi stakeholder untuk pengembangan kebijakan serta pelatihan menulis bagi dan dokumentasi bagi para fasilitator daerah.

Dengan komitmen dari Kabupaten mitra INOVASI, serta para tenaga pendidik yang terlibat maka acara “Temu Inovasi: Inspirasi dari Guru” akanmenjadi forum untuk para pengambil keputusan di tingkat kabupaten untuk ikut menentukan arah Program INOVASI dalam meningkatkan  hasil belajar siswa terutama dalam hal literasi dan numerasi di Kabupaten Bima. 


Dalam acara Temu Inovasi ini juga akan diluncurkan Rumah INOVASI sebagai wadah berkumpulnya para guru di Kabupaten Bima untuk bertukar pikiran, berbagi ilmu sehingga makin banyak inovasi-inovasi pembelajaran baru yang bisa diterapkan dalam menjawab permasalahan pembelajaran di kelas, terutama di bidang literasi dan numerasi. [    ]

0 comments:

Post a Comment