Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Rabu, 02 Oktober 2019

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Hikmad



Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) Tingkat Kabupaten Bima yang diselenggarakan di halaman kantor Bupati Bima pada hari Selasa ( 1/10) berlangsung hikmad. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda, Staf Ahli, Asisten, Kabag Lingkup Setda Bima, Para Kepala OPD / Badan / Kantor/ Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, para camat serta seluruh staf.

Peringatan HKP dipimpin oleh Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer. Dalam amanatnya mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pacasila ( HKP) dilaksanakan untuk membangun masyarakat berkarakter mulia serta memiliki kesanggupan mewujudkan Indonesia yang maju dan bahagia, serta kerja keras berlandaskan Pancasila.

Mengusung tema "Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”. Sehingga Pancasila merupakan sumber nilai jati diri bangsa sekaligus fondasi negara kita. “Sebagai falsafah negara, Pancasila menjadi acuan kita dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” terangnya.

Salah satu fenomena dalam era Globalisasi adalah terjadinya lintas batas nilai-nilai antar bangsa bahkan antar komunitas atau kelompok-kelompok masyarakat yang lebih kecil. Di antara nilai atau faham yang melintas-batas itu adalah radikalisme.

Sudah tentu radikalisme dan faham sejenis lainnya sangatlah bertentangan dengan Pancasila yang sangat menghormati dan menghargai kebhinekaan. Untuk itu, kita harus bersyukur dan terus memperkuat Pancasila yang telah menunjukkan dan memungkinkan kita hidup berdampingan secara damai, harmonis dan penuh toleransi dengan siapa saja yang berbeda latar belakang agama, suku, ras, adat istiadat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Ia mengatakan kita ingin membangun bangsa yang berperadaban unggul, yang salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya, tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemampuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain, sekaligus mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, Pancasila menjadi sistem nilai yang hidup. Maka dari itu , kita harus terus-menerus menumbuhkembangkan Nilai-nilai Pancasila kepada semua generasi, utamanya para generasi penerus bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Dalam konteks ini, pendidikan merupakan sistem yang bisa melakukannya secara efektif, karena melalui sistem pendidikan, penggalian, penanaman, pengembangan dan pengamalan nilai Pancasila dapat dilakukan secara sistemik, sistematik dan secara masif.

Pada tahun 2019 ini merupakan tahun politik. Jangan sampai ASN mencoba-coba ikut bermain politik secara terang-terangan dalam melakukan kampanye. “Nanti saja saat di bilik suara baru gunakan hak pilih sesuai dengan pilihan,” kata Wakil Bupati.

ASN dilarang mengikuti kampanye dan wajib fokus dengan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. “Jangan ciderai jabatan dengan ikut terlibat politik praktis. Larangan ASN untuk tidak ikut berpolitik praktis diatur undang- undang, juga Peraturan Pemerintah baik tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil maupun tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. ini untuk menghindari adanya persepsi buruk publik terhadap netralitas ASN.

"ASN itu dapat memposisikan diri dengan tepat. Jangan sampai melakukan tindakan yang bisa diasosiasikan berpihak, Apabila ada ASN yang coba – coba melibatkan diri dalam Politik Praktis maka kami selaku kepala daerah tidak segan – segan memberikan sanksi yang berat terhadap ASN tersebut,  laksanakanlah Tugas pokok dan Fungsinya sebagai ASN dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat,” tegas Dahlan. (KIM WAWO)

0 komentar:

Posting Komentar