Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Turelinggampo,Saksi Bisu Sejarah Masuknya Islam Di Kecamatan Wawo

KM. LENGGE WAWO,- Disebuah desa dikecamatan Wawo tepatnya di dusun Ronamasa Rt. 16 Rw.03 desa Kambilo berdiri sebuah masjid yang oleh masyarakat setempat diberi nama masjid Babussalam Kambilo.

Lengge Filosofi Hidup, Bukan Simbolitas

KM. LENGGE WAWO,- Sebuah pepatah kuno mengatakan ‘’sebuah gua apabila memiliki pintu kayu,tidak lagi disebut gua tetapi sebuah rumah”

Sagele, Budaya Yang Terlupakan...

KM.Lengge Wawo,- dulu, beberapa tahun silam, ketika musim musim bercocok tanam seperti saat ini adalah suatu yang paling menyenangkan bagi masyarakat kecamatan wawo khususnya yang bermukim di Desa Maria

Tradisi Hanta Uma, Kedepankan Kepentingan Bersama

KM LENGGE WAWO,- Masyarakat Kecamatan Wawo adalah masyarakat yang kental dengan kehidupan gotong royong dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Oi Kananga, Daya Tarik Tersendiri Di Desa Kombo

KM. LENGGE WAWO,- Apabila anda berkunjung ke Kecamatan Wawo,Khususnya di Desa Kombo, salah satu desa yang berada diujung timur kecamatan Wawo ada sebuah daya tarik tersendiri yang pantas direkomendasikan menjadi tempat untuk sejenak melepaskan beban rutinitas, Oi Kananga.

Jumat, 04 Maret 2022

Launching Pengiriman Perdana Jagung Bima ke Surabaya



Launching pengiriman perdana jagung asal Bima ke Surabaya oleh PT. Charoen  Pokphand Indonesia (CPI) TBK Bima  Sabtu (5/03) yang ditandai dengan pengguntingan pita dan pemecahan kendi pada truk pengangkut dihadiri oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Ir. Bambang Pamudji M.Si berlangsung di lokasi perusahaan PT CPI Bima Desa Monggo Kecamatan Madapangga.

 

Bupati Bima  dalam sambutannya mengatakan,  ada  banyak dukungan berkaitan dengan keberadaan PT CPI sebagai salah satu  menopang komoditas jagung yang ditanam oleh para petani di sekitar wilayah Madapangga, Bolo, Donggo, Soromandi hingga Sanggar bahkan juga menyokong panen jagung di wilayah kecamatan lainnya. Terkait komoditi jagung ini, "stabilitas harga sangat diharapkan oleh para petani, sehingga hasil panen akan memberikan dampak yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat". Terang Bupati.

 

Sesditjen Bambang Pamuji mengawali sambutannya menyampaikan rasa bangga dengan kiprah petani di Kabupaten Bima. Menurutnya, mengacu pada data potensi jagung di Kabupaten Bima, yang dipalukan panen seluas 5.000  hektar dari  52 ribu hektar lahan yang ada. Ini sesuatu yang  signifikan namun yang menjadi persoalan kata Bambang, tidak semua hasil panen yang mencakup volume dan luas lahan dilaporkan kepada BPS dan Kementerian Pertanian dan ini yang perlu didorong agar semua tercatat supaya kinerja sektor pertanian di Kabupaten Bima dan NTB tercatat di BPS.

 

"Kehadiran PT. CPI diharapkan dapat menjaga stabilitas harga jagung, sekaligus memberikan kesejahteraan kepada petani jagung. Melalui kehadiran penampung (obstacer) dan melengkapinya dengan kesepakatan antara pihak perusahaan dengan petani untuk bisa menjamin secara berkelanjutan  produk dan memastikan  kestabilan harganya.

 

Disamping itu, kata Bambang, perlu dilakukan  evaluasi harga jagung secara berkala, baik bulanan, triwulan maupun tahunan dengan prinsip PT. CPI harus memberikan kepastian sebagai penampung hasil panen dengan harga yang disepakati.   Terima kasih atas dukungan Bupati dalam upaya meningkatkan kinerja Kementerian Pertanian dan mudah-mudahan keberadaan PT. CPI akan memberikan berkah bagi petani di Kabupaten Bima". Pungkas Bambang.

 

Sebelumnya, Direktur PT CPI Bima Syamsul H. dalam laporannya mengatakan, sebanyak 45 ton jagung dilakukan pengiriman perdana  dari 2.600 ton jagung yang ada. Dari jumlah tersebut kata Syamsul sebanyak 300 ton dilakukan pengiriman melalui jalur darat dan 2.300 ton melalui pengiriman tol laut. Secara teknis, perusahaan yang dipimpinnya memiliki kapasitas produksi  jagung 1.000 ton per hari, pengiriman jagung curah 1.000 ton per hari dengan kapasitas mesin pengering berkapasitas 900 ton per hari   dan penyimpanan  4 X5.000 ton silo.

 

"Pembangunan pabrik pengolahan jagung di desa Monggo tersebut ditujukan untuk mengantisipasi peningkatan produksi jagung petani Bima dan Dompu yang sangat berkualitas sebagai jagung premium  dan sangat bagus untuk pakan ternak".

 

Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil ketua DPRD Kabupaten Bima Hj Nurhayati MM dan Azhar S.Sos (Anggota DPRD Dapil II), Kadis Pertanian Provinsi NTB Muh. Riadi SP, Mec.Dev,  Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima Ir.Hj. Nurma M.Si, Kadis Ketahanan Pangan Ir. H. Natsir, Kadis Kelautan dan Perikanan Ir. Rendra Farid dan Kadis Peternakan dan Keswan Ir. Syaifudin.

Bupati Bima dan Kementan Panen Raya Varietas Padi IP-400



Setelah sebelumnya Launching pengiriman perdana jagung asal Bima ke Surabaya oleh PT. Charoen  Pokphand Indonesia (CPI) TBK Bima  Sabtu (5/03), Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Ir. Bambang Pamudji M.Si beserta pejabat teras pemerintah kabupaten Bima melakukan Panen Raya padi kegiatan optimalisasi peningkatan  IP-400 Musim Tanam I di Kelompok Tani Bolo Utama  Desa Bolo Madapangga dan pencanangan gerakan tanam Padi Impari  32 varietas IP-400  di So Bolo Utama desa Bolo dengan  sistem jajar legowo.

 

Bupati Bima  dalam sambutannya sesaat setelah panen padi mengungkapkan, kecamatan Bolo dan Madapangga memiliki lahan pertanian produktif yang memberikan kontribusi sebagai lumbung pangan daerah. Namun  di sisi lain, dengan makin bertambahnya jumlah penduduk maka diperlukan perlu penataan lahan untuk keberlanjutan program lumbung hijau dengan tetap mempertahankan keberadaan lahan pertanian secara lestari.

 

Terkait penanaman padi varietas unggulan, "kendala terbesar bagi petani di Kabupaten Bima untuk bisa memproduksi komoditi pertanian sepanjang tahun adalah persoalan irigasi. Oleh karena itu dukungan pemerintah pusat akan sangat membantu upaya peningkatan produktivitas lahan pertanian yang ada.  Khusus di kawasan Kelompok Tani Bola Utama Desa Bolo dan sekitarnya kami menginisiasi kawasan ini untuk dapat mengimplementasikan program padi IP-400 yang pada dasarnya ditanami 3 kali setahun. Saat ini pendekatan pertanian terpadu melalui pemanfaatan bahan organik dari kotoran sapi yang ada di kandang-kandang masyarakat di depan masyarakat diharapkan dapat menanam dan dengan sepanjang tahun, bukan hanya pada musim hujan tetapi juga memasuki musim kemarau". Terang Bupati.

 

Bupati yang hadir bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Hj Nurhayati MM dan Azhar S.Sos (Anggota DPRD Dapil II), Kadis Pertanian Provinsi NTB Muh. Riadi SP, Mec.Dev,  Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima Ir.Hj. Nurma M.Si, Kadis  dan sejumlah Kepala Perangkat daerah terkait memaparkan, "masyarakat diharapkan  memperhatikan kebijakan yang ada sehingga komoditas padi diharapkan tetap menjadi warisan sebagai komoditas utama.

 

Pada kesempatan tersebut,  Sesditjen Bambang Pamuji yang memaparkan arahan Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa Kecamatan Madapangga merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Bima selain Kecamatan Monta, Madapangga, Lambu dan Sape. Program IP-400 merupakan inovasi dalam berusaha tani untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sehingga bisa dilakukan penanaman dan panen 4 kali dalam setahun dan hal ini mengharuskan petani untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru.

 

"Kebiasaan tersebut antara lain persemaian dilakukan 15 hari sebelum panen di luar areal dengan sistem culik, semai darat, dan menggunakan dapog/tray dan menggunakan percepatan pengolahan lahan 1 hingga 7 hari setelah panen. Menggunakan varietas umur yang lekas berbuah (genjah) dan melakukan mobilisasi alat produksi dan mesin pertanian untuk percepatan olah lahan, tanam dan panen.

 

Penting juga bagi para petani melakukan mitigasi hama dan penyakit serta pengendalian hama terpadu dan jika serangan hama meluas dan penyakit dapat dilakukan rotasi tanaman untuk memutus mata rantai hama dan penyakit. Program IP-400 akan berjalan dengan baik jika dilakukan sinergi kegiatan dan anggaran dengan semua pemangku kepentingan yang dikoordinasikan oleh pimpinan daerah setempat". Jelas Bambang.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma M.Si dalam laporannya mengatakan,  dalam upaya  mendorong implementasi  IP 400, kunci utamanya adalah ketersediaan air, sehingga diperlukan dukungan infrastruktur irigasi teknis. Oleh karena itu, pembangunan embung-embung berskala besar sebagai penampung air sangat dibutuhkan  disamping DAM parit, irigasi perpipaan dan sumur bor dangkal perlu diupayakan agar dapat berdampak signifikan dalam mengingkatkan produksi pangan. Sehingga dapat menjadi penyangga yang kuat bagi penyediaan pangan pokok secara nasional maupun tujuan ekspor. Kata Hj. Nurma.

 

Aspek lainnya kata Hj. Nurma kebutuhan alat mesin pertanian pra panen dan pasca panen sebagai ujung tombak dalam menyukseskan program IP-400 penting untuk memaksimalkan potensi lahan dengan 4 kali tanam dan panen. Oleh karena itu, ketersediaan handtraktor dan combine harvester sangat penting bagi petani dalam implementasi IP-400 yang didorong untuk tetap menjaga stabilitas produksi beras mengingat banyak lahan beralih ke pertanian jagung  karena harga jual komoditi ini yang bagus".  Kata Kadis Pertanian.

Kapolda NTB: "Capaian Vaksinasi Kabupaten Bima Membanggakan"



 "Luar biasa, capaian vaksinasi di Kabupaten Bima selama dua minggu sejak dilaksanakan Apel Siaga Vaksinasi dua minggu lalu cukup membanggakan. Hal ini dapat dicapai karena antusias masyarakat dan rasa peduli yang membuat  capaian vaksin di seluruh kecamatan meningkat secara signifikan". Kata Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto saat memberikan sambutan pada acara Gebyar Percepatan Vaksinasi Tingkat Kabupaten Bima Sabtu (5/3) saat menggelar konferensi pers yang didampingi oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, PJU Polda NTB, Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko S.I.K, Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq S.Sos dan Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Ferryandi S.IP, yang bertempat di Lobby Kantor Bupati Bima.

 

Kapolda NTB yang hadir dengan Dir Polairud, Kabid Propam, Kabid Humas dan Kabid Dokkes Polda NTB  dalam konferensi pers tersebut mengatakan percepatan vaksinasi adalah salah satu dari amanah yang diberikan Presiden Republik Indonesia saat pemberian arahan tentang menghadapi situasi pandemi yang terjadi. "Kegiatan vaksinasi di Kabupaten Bima sangat luar biasa, jika dibandingkan situasi dua minggu lalu, hari ini kita melakukan kerjasama dengan angka yang berubah cukup baik. Dua minggu lalu dosis pertama mencapai angka 75,3%, sekarang sudah mencapai 87,23%. Sedangkan untuk dosis kedua dua minggu lalu hanya mencapai angka 30,06%, dan sekarang sudah mencapai 70,70%, pencapaian yang sangat luar biasa.” Ujar Kapolda NTB.

 

Saat ditanyakan ada isu bahwa vaksinasi ada unsur pemaksaan, Kapolda menjawab “Dalam beberapa minggu terakhir kita (Polda NTB) sudah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah kabupaten Bima, Kapolres Bima, Dandim 1608/Bima, Dinas Kesehatan Provinsi untuk mengidentifikasi masalah terkait percepatan vaksinasi,  dan berkat kerja sama yang baik juga dari camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibnas dalam sosialisasi pentingnya vaksinasi vaksinasi.”

 

Irjen Pol Djoko Poerwanto berharap, “akselarasi dalam dua minggu ini menjadi motivasi kita bersama untuk menjaga akselarasi itu menjadi angka yang stabil dalam pencapaian harian. Hadirnya PJU Polda NTB beberapa waktu lalu, karena memang TNI/Polri hadir ditengah masyarakat untuk mengetahui apa yang terjadi dan memberikan solusi terkait langkah-langkah  yang dilakukan dalam rangka perecepatan vaksinasi.” Tutup Kapolda.

 

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dalam konferensi pers, yang juga menanggapi pertanyaan media terkait isu pemaksaan dalam vaksinasi. dirinya menyampaikan  ucapan terima kasih atas dukungan Kapolda beserta seluruh jajaran, dan juga TNI  yang telah berperan  dengan pola pendekatan, mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, sehingga percepatan vaksinasi di kabupaten Bima dalam dua minggu ini meningkat secara siginifikan.

 

Tidak hanya Kabupaten Bima yang mendapatkan perhatian langsung dari Presiden, melalui Zoom yang dilaksanakan setiap minggu untuk mengevaluasi sejauh mana peran serta daerah bersama TNI/Polri dalam meningkatkan capaian vaksinasi. “Alhamdulillah dengan sudah tercapainya angka 70% pada hari ini, insya Allah kabupaten Bima tidak lagi menjadi perhatian tetepi perlu tetap melakukan peningkatan untuk capaian vaksinasi.” Tutup Bupati Bima.

Gebyar Vaksinasi Kabupaten Bima, Dua Peserta Raih Hadiah Sepeda Motor




Gebyar percepatannya vaksinasi yang digelar oleh Kepolisian Daerah (POLDA) Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bima dan Kodim 1608/Bima Sabtu 5 Maret 2022 yang langsung dihadiri Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Djoko Poerwanto berlangsung meriah di lapangan upacara Kantor Bupati Bima.

 

Untuk meningkatkan keikut sertaan elemen warga dan pelajar mengikuti event Gebyar Vaksinasi tersebut, Kapolda secara khusus menyiapkan dua sepeda motor sebagai hadiah utama doorprize yang langsung diundi oleh Kapolda.

 

Kedua orang peserta vaksinasi dosis II dan Dosis lanjutan yang beruntung mendapatkan hadiah tersebut yaitu Syahru Ramadhan, seorang pelajar warga RT. 09/RW 04 desa Tonggorisa Kecamatan Palibelo.

 

Pemenang lainnya hadiah utama doorprize sepeda motor yaitu Qalbiatun Mutmainnah seorang mahasiswi STIE Bima, warga RT 07/RW 04 Desa Baralau Kecamatan Monta dan keduanya sama-sama sudah melakukan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Dosis 3)

 

Selain 2 unit sepeda motor, hadiah lainnya berupa 6 unit  sepeda sejumlah hadiah lainnya diundi oleh Bupati Bima, Kapolres Bima, Dandim 1608/Bima, Ketua DPRD KAB. BIMA, Danyon C Pelopor Brimobda NTB, dan Anggota DPR RI H. Syafrudin ST.

 

Kapolda NTB  mengungkapkan,  antusias dan kepedulian masyarakat Kabupaten Bima cukup cukup tinggi menjadikan capaian vaksinasi meningkat secara signifikan dan kita optimis kekebalan kelompok akan tercipta setelah dosis II dan Dosis III  mencapai 80 persen lebih.

 

Hal yang luar biasa dari keberhasilan ini adalah kekompakan, dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, Aparat TNI-POLRI  dan masyarakat sehingga kita meyakini angka 80 persen dapat dilampaui  dalam bulan Maret ini. Namun demikian yang paling penting adalah rasa nyaman setelah kekebalan kelompok terbentuk karena masyarakat dapat kembali bersosialisasi dan  kehidupan sehari-hari akan normal". Tandas Irjen Pol Djoko Poerwanto.

 

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas dukungan penuh Polda NTB.  Terima kasih masyarakat Bima kepada Bapak Kapolda NTB  yang sudah menugaskan para Pejabat Utama (PJU)  untuk "berkantor" di Kabupaten Bima. Hal ini menandakan begitu besar kecintaan TNI dan Polri kepada masyarakat daerah ini". Ungkap Bupati.

 

Keberhasilan mencapai 70 lebih cakupan vaksinasi tidak lepas dari perjuangan para Babinsa, Bhabinkamtibmas dan vaksinator yang tersebar di seluruh kecamatan yang didukung oleh para Camat dan Muspika serta kepala desa di bawah koordinasi OPD yang sudah dibagi di 18 Kecamatan". Jelas Bupati.

 

Gebyar Vaksinasi yang berlangsung Sabtu (5/3) tersebut  menghadirkan camat dan Muspika beserta masing-masing 10 calon peserta vaksinasi dan para pelajar SMP dan SMA dari Kecamatan Palibelo, Belo, Woha, Monta, Bolo dan Madapangga dimulai jam 11.00 Wita hingga 16.00 WITA.

Senin, 28 Februari 2022

Bupati Bima Minta OPD Mereplikasi Program INOVASI



Rapat Kelompok Kerja (POKJA) Program Inovasi Fase 2 Kabupaten Bima Tahun 2022 mengusung tema Memperkuat Kolaborasi pemangku kepentingan untuk mensukseskan Bima sebagai Kabupaten literasi berlangsung Selasa (1/3) di Aula Hotel Mutmainnah Kota Bima.

Rapat tersebut dihadiri secara tatapmuka (offline) oleh Wakil Bupati Drs H Dahlan M Noer,  didampingi Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Zunaidin S.Sos MM,  Kepala Bappeda Suwandi ST, MT  dan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bima.

 

Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri SE yang menyampaikan sambutan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dalam Rapat  Pokja yang dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bima Drs. A.Salam Gani, Kadis Kominfostik Kamaludin, S.Sos, Kabid Perencanaan Sosial Budaya Bappeda Raani Wahyuni ST MT M.Sc, Kabid terkait Dinas PMD, dan perangkat daerah lingkup Pemkab Bima mengungkapkan pentingnya penguatan terhadap karakter melalui peningkatan kapasitas SDM terdidik menjadi ikhtiar pemerintah daerah.  "Rapat Pokja Inovasi yang berlangsung mudah-mudahan dapat merumuskan program yang berkualitas sehingga pada saatnya nanti akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan daerah.

             

"Program inovasi yang sudah hadir dalam dua fase telah begitu banyak  memberikan kontribusi terutama sekali dalam sektor pendidikan. Itulah sebabnya diharapkan melalui program ini, dinas teknis mampu mengimplementasikan dan merefleksikan apa yang sudah dihasilkan oleh INOVASI untuk dapat terus diterapkan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bima

 

Kita juga berharap Perangkat Daerah terkait mampu melakukan replikasi sejumlah keberhasilan program dan kegiatan yang telah dicapai pada fase semuanya melalui penganggaran dalam APBD pada anggaran berikutnya.

 

Untuk meningkatkan sinergi,  yang terutama sekali diharapkan adalah seluruh instansi bisa berkomitmen dan siap bekerja dalam kerangka program kerja INOVASI Fase 2 tingkat Kabupaten Bima 2022 ini". Tutup Bupati

 

Sementara itu,  Wabup H.Dahlan yang menyampaikan arahan dan membuka Rapat Pokja menekankan pentingnya evaluasi capaian program.

 

"Untuk mencapai kesimpulan yang tepat, diperlukan evaluasi yang dilaksanakan secara teliti dan tidak bisa dipisahkan dari metode antara lain monitoring dan evaluasi yang bisa dilaksanakan dengan dukungan data yang baik. Jika datanya salah, maka kesimpulannya akan salah. Oleh  karena itu tim evaluator harus benar-benar memperhatikan dan mampu menganalisa data dengan kritis dan objektif. Selanjutnya perlu upaya-upaya strategis dari fase I ke Fase II setelah melakukan analisa sejumlah kelemahan yang ada.

 

Agar program INOVASI dapat berjalan dengan baik, diperlukan kerjasama dan dukungan lintas sektor baik Kementerian Agama, Dikbudpora, DP3AP2KB, Dikes,  Kominfostik  dan sektor lainnya sehingga  diharapkan akan menghasilkan suatu peningkatan kualitas baca tulis dan literasi menjadi lebih baik". Tandas Wabup.

 

Pada Kesempatan tersebut,  Manager Program INOVASI NTB Sri Widuri dalam sambutannya secara virtual mengungkapkan,  kehadiran Bupati Bima dan Wakil Bupati dalam Rapat Pokja INOVASI  menggambarkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bima. Tim INOVASI merasa sangat berbahagia dan Insya Allah akan terus berupaya  mempercepat akselerasi literasi di Kabupaten Bima.

 

Dikatakan Sri Widuri, sepanjang kurun waktu 2022 -2023 fokus program INOVASI meliputi  kecakapan pondasi yang mencakup literasi dasar dan profil belajar Pancasila untuk semua siswa tanpa diskriminasi.

 

Aspek lainnya yang menjadi titik berat adalah pembahasan secara sukarela dan dengan dukungan APBD program yang berjalan dan kebijakan yang implementatif, berbasis monev dan dukungan data yang berkualitas. Disamping pada saat yang sama mendorong penguatan ownership dan kolaborasi pemerintah dengan pemangku kepentingan lain serta mendukung agenda besar reformasi pendidikan.

 

Setelah sesi pembukaan, Rapat Pokja dilanjutkan dengan pemaparan hasil evaluasi yang disampaikan oleh Kadis Dikbudpora dan Tim STKIP Taman Siswa Bima.

Jumat, 25 Februari 2022

Tahun Pertama Periode II, Capaian Dinda - Dahlan Cenderung Meningkat



Setahun setelah dilantik oleh Gubernur NTB Dr.H. Zulkieflimansyah,  26 Februari 2021 lalu di gedung Graha Bhakti Praja kantor Gubernur NTB, Bupati Bima H. Indah Dhamayanti Putri SE dan Wakil Bupati Drs. H. Dahlan M. Noer terus mewujudkan komitmen membangun Kabupaten Bima yang RAMAH secara berkelanjutan. 

 

Untuk mengukur capaian pemerintah daerah, seyogyanya mengacu pada target dituangkan dalam dokumen  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  sebagai penjabaran visi dan misi kepala daerah terpilih dengan melihat capaian tahun per tahun (year on year) sejumlah indikator yang telah ditetapkan secara nasional.

 

Pemerintah Dinda-Dahlan terikat janji politik yang sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Bima tahun 2021 - 2026, sebuah dokumen yang memuat penjabaran visi, misi dan program kepala daerah untuk jangka waktu 5 tahun yang berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi NTB.

 

Ada sejumlah indikator capaian keberhasilan pembangunan daerah antara lain, Pertumbuhan ekonomi daerah, Indeks Pembangunan Manusia  (IPM), persentase penduduk miskin, harapan lama sekolah,  rata-rata lama sekolah, tingkat pengangguran terbuka,  usia harapan hidup, Pertumbuhan penduduk dan  kontribusi PDRB

 

Merilis data BPS Kabupaten Bima tahun 2021, laju perekonomian Kabupaten Bima mengalami peningkatan dari (minus) -3,53 tahun 2020 menjadi 1,79 pada tahun 2021. Demikian halnya tingkat pengangguran yang mengalami penurunan dari 2.89% pada tahun 2020  menjadi 1.58% pada tahun 2021.

 

Dalam dokumen RPJMD yang merilis data BPS di tahun yang sama, dari jumlah penduduk  493.198 jiwa pada tahun 2020, penduduk miskin berjumlah 71.320 jiwa atau 14.49 persen. Pada tahun 2021 angka kemiskinan naik menjadi 14,88 persen dan angka ini terjadi di seluruh kabupaten/kota Se-NTB, Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di tahun 2021 secara umum berpengaruh di NTB umumnya dan Kabupaten Bima khususnya.

 

Terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Bima mengalami peningkatan 66.69 poin pada tahun 2021 dari 66.30 poin pada tahun 2020 atau mengalami kenaikan 0,36 digit.

 

Harapan lama sekolah juga mengalami peningkatan dari 13,29 digit pada tahun 2020 menjadi 13,39 digit pada tahun 2021. Demikian halnya rata-rata lama sekolah dari 7,78 pada tahun 2020  menjadi 7,91 pada tahun 2021, Angka melek huruf (AMH) meningkat dari 88, 56 pada tahun 2020 menjadi 89, 46 tahun 2021 demikian halnya usia harapan hidup dari 6,33 pada tahun 2020 menjadi 6,50 tahun 2021.

 

Komitmen Dinda - Dahlan konsisten wujudkan visi yang dijabarkan dalam misi mewujudkan kemandirian ekonomi perdesaan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengupayakan terpenuhinya infrastruktur dasar berkualitas  seperti jembatan sebagai penunjang pengembangan ekonomi. Upaya ini selaras dengan arah kebijakan meningkatkan konektivitas antar wilayah untuk mendorong pertumbuhan kawasan strategis Kabupaten.

 

Peresmian Jembatan Kamis (24/2) yang menggunakan konstruksi pra tegang  Oi Marai Tambora sepanjang 30 meter sebagai urat nadi yang menghubungkan sejumlah desa di lingkar utara kawasan tersebut  dan menyerap anggaran senilai Rp 10 lebih milyar oleh Bupati Bima H. Indah Dhamayanti Putri SE merupakan wujud penjabaran misi tersebut   

 

Demikian halnya penjabaran Visi ke lima yaitu membangun SDM yang maju, mandiri, berdaya saing dan inovatif yang ditujukan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.  langkah ini dijabarkan dengan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan.

 

Peresmian gedung  Puskesmas  kecamatan  Bolo yang menyerap anggaran senilai Rp. 7,8 miliar  oleh Bupati Bima Rabu (23/2) mencerminkan komitmen kuat Dinda - Dahlan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas. Dari 21 Puskesmas  yang ada, saat ini sudah  14 Puskesmas yang dibangun dengan model yang sama seperti di Kecamatan Bolo dan sisanya diupayakan untuk dibangun sesuai skala prioritas prioritas sehingga diharapkan dalam dua hingga tiga tahun depan akses masyarakat  disekitar wilayah tersebut dalam pelayanan kesehatan dapat lebih baik.

 Sejumlah capaian tersebut menggambarkan adanya keberhasilan penerapan strategi pembangunan berkelanjutan dan penanggulangan kemiskinan pemerintah daerah.