MENU

BERITA LAINNYA:

KM LENGGE WAWO KM. LENGGE WAWO,- KM Lengge Wawo Sosialisai Kampung Media NTB . KM. LENGGE WAWO,- Kampung Media Kabupaten Bima Meraih 8 Tropy. KM. LENGGE WAWO,- Foto Foto Kegiatan Komunitas Sampela Lengge Maria (KSLM) Wawo KM. LENGGE WAWO,- Honorer KII yang Lulus CPNSD diVerifikasi Factual  KM. LENGGE WAWO,- Loket PPOB, Usaha Lama Berprospek KM. LENGGE WAWO,- Wartawan berkemah ria di lereng gunung sekaligus mengasah wawasan KM. LENGGE WAWO,- Foto Benda Cagar Budaya situs lengge wawo, oleh: b9

Sabtu, 30 Maret 2013

Fasilitas Wisata di Kabupaten Bima Terus dibenahi


KM. LENGGE WAWO,- Peningkatan sarana dan prasarana pariwisata terus dilakukan di berbagai kawasan di Kecamatan Tambora, seperti kawasan kebun kopi Desa Oi Bura dan perbaikan sarana dan prasarana Balai pertemuan dan Pesanggrahan yang merupakan gedung peninggalan masa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima, Nurdin, SH, mengatakan, asset budaya peninggalan Belanda itu akan dinaikan temboknya. Selain itu, akan membuat pintu gerbang kawasan pendakian sekaligus membangun tempat-tempat peristirahatan pada setiap jarak satu kilometer hingga lima kilometer (Km).

Rencana itu, kata dia, sudah mulai direalisasikan tahun 2013 hingga tahun anggaran 2015 mendatang. Pembenahan itu mulai dari jalur Bima Tambora atau sebaliknya dari pelabuhan Kanangan Tambora melewati kebun kopi hingga ke Bima, kemudian jalur Dompu-Tambora.

Berbagai pembenahan itu, kata dia, karena di Kecamatan Tambora selain memiliki wisata alam yang indah dan produktif, juga Tambora memiliki warisan wisata budaya yang perlu dilestarikan. Apalagi, di Kecamatan itu pernah berdiri megah bekas kerajaan Tambora.

“Sampai saat ini masih banyak situs peninggalan budaya kerajaan Tambora, seperti barang-barang pusaka kerajaan dan Sultan Bima, dan lainnya,” ujarnya di Pesanggrahan Oi Wobo Desa Maria Kecamatan Wawo, Minggu (24/3).

Tahun ini juga, kata dia, berbagai wisatawan luar negeri akan berkunjung ke Tambora untuk memeringati dua abad meletusnya gunung Tambora sekitar tahun 1815 lalu. Karena itu Pemerintah Kabupaten Bima terus membenahi sarana dan prasarana wisata alam dan wisata budaya di Kecamatan paling barat Kabupaten Bima.

Sementara tempat wisata lain, katanya, pengembangan sarana dan prasarana pengembangan untuk pantai selatan Wane dan pantai Rontu. Bahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima telah membuat film dengan judul Dalam Kehampaan. Film itu diharapkan memberikan pemahaman bahwa pengembangan sector pariwisata itu penting untuk kemajuan suatu daerah dan bangsa, sehingga diharapkan masyarakat dapat menerima kehadiran parawisata.

“Kita sadar bagaimanapun pemerintah berusaha memajukan pariwisata, tetapi kalau masyarakat tidak menerimanya kan percuma saja,” katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar