Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Monday, 23 March 2015

MENYUSURI JEJAK JEJAK PURBAKALA DI DORO NTORI


KM. LENGGE WAWO,- Sejarah mencatat sebuah cerita bahwa masyarakat kecamatan Wawo sekitar abad pertengahan masih hidup di hutan hutan di sekitar wilayah kecamatan Wawo yang kita kenal sekarang. Masyarakat hidup secara berkoloni dan desa yang paling terakhir menyatukan diri ke wilayah kecamatan Wawo adalah desa Ntori.

Desa ntori berwilayah di ujung barat kecamatan Wawo dengan masyarakatnya yang sebagian besar bermata pencarian sebagai petani,dengan budayanya yang populer yang dikenal dengan ntumbu, menilik dari kata ‘ntori’, di desa maria yang berada di sebelah timur desa ntori terdapat sebuah gunung kecil yang oleh masyarakat maria dikenal dengan nama doro ntori, berdasarkan catatan sejarah asal desa ntori, dulu (era prasejarah) masyarakat ntori mendiami daerah diwilayah doro ntori.

Beberapa waktu lalu kami sempat menelusuri jejak jejak peninggalan masyarakat era prasejarah di sekitar doro ntori,menurut beberapa masyarakat di wilayah doro ntori bertebaran berbagai peninggalan peninggalan prasejarah berupa dolmen dolmen,alat alat yang terbuat dari batu, dan berbagai peninggalan peninggalan lainnya yang cukup menggelitik untuk ditelusuri.
Penelusuran kami mulai dari bukit sebelah barat,melewati perkampungan masyarakat yaitu dusun sanolo perjalanan mulai menanjak, dengan jalan jalan setapak berbatuan di tengah ladang penduduk, akhirnya kami sampai di puncak sebelah barat. Dari sini terlihat desa maria utara, desa pesa, dan desa ntori. Dari sini juga terlihat ;lengge wawo’ dari high view, begitu menawan.

Didaerah puncak doro ntori sebagian wilayahnya sudah digunakan oleh para penduduk sekitar untuk berkebun dan berladang,penemuan pertama disekitar perkebunan penduduk, disini kami jumpai sebuah batu berbentuk sebuah bejana besar,penduduk menyebutnya dengan wadu nocu karena bentuknya memang mirip dengan sebuah lesung.
Penelusuranpun berlanjut ke tempat yang lebih tinggi dengan jalan yang sedikit menanjak tajam dan tumbuhan tumbuhan liar yang menutupi jalan,salah satu crew KM LENGGE sempat terkaget kaget ketika menabrak sebuah batu besar yang terletak sedikit menghalangi jalan,disini ternyata terdapat salah satu benda yang sedang kami telusuri,sebuah batu berbentuk sebuah miniatur masjid lengkap dengan jendela dan pintunya,dengan atap segi lima. Beberapa meter dari lokasi masjid batu terdapat sebuah dolmen / meja dari batu, dan kami perkirakan di meja batu ini dulu digunakan sebagai tempat untuk pemujaan sebab di atas dolmen tersebut terdapat sebuah batu berbentuk kepala utuh.

Doro ntori menyimpan sebuah sejarah besar dan sangat menarik untuk dijadikan sebagai tempat wisata sejarah, benda banda pra sejarah di doro ntori tetap terjaga karena masyarakat sekitar tetap menjaga dan membersihkan lokasi lokasi ini. (GALANK)

0 comments:

Post a Comment