Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Sunday, 16 November 2014

Bentuk Karakter dengan Gotong Royong



KM LENGGE WAWO,- Menanamkan pendidikan karakter di siswa-siswi SD  tidak hanya dilakukan dengan mengajar di kelas, namun mengajarkan mereka bekerja gotong royong sambil menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam kerja dan kegiatan bersama gotong royong bersama jajaran guru dan siswa-siswi ini merupakan bentuk pendidikan karakter bagi anak bangsa saat ini.

Bentuk kegiatan gotong royong  bersama dengan seluruh guru dan pegawai dilingkup sekolah merupakan salahsatu implementasi penerapan kurikulum 2013. Namun kita tidak hanya berpangku tangan menjarkan tentang teori dan bermain serta berdiskusi dikelas namun mengajarka secara lansung untuk bekerja bergotong royong akan mengena pada benak mereka.

Pendidikan Sekolah Dasar merupakan peralihan dari masa Taman Kanak-kanak dimana saat mereka sekolah dan bermain di TK siswa-siswi  masih ditemani oleh orang tua mereka. Umur anak TK yang berkisar 4-6 tahun penyebab mereka masih ingin ditemani oleh orang tua mereka. Namun ketika proses bersosialisasi, beradaptasi dengan lingkungannya, betrteman dengan teman baru, dan bersama dengan teman-tenanya bermain, maka ketergantungan ini menyebkan anak TK mulai lepas dari ketergantungan terhadap orang tuanya.  Fase ini merupakan fase awal untuk menanamkan karakter kepada anak-anak didik sebelum ke tingkat dan jenjang selanjuthya.

Kita harus  memahami bersama pendidikan tidak hanya dilakukan dan berproses di sekolah formal saja, namun pendidikan yang sesungguhnya adalah ketika anak didik ini kembali ke lingkungannya. Waktu bersama dengan orang tua mereka untuk di didik dan dibina dengan menanamkan karakter cukup banyak di lingkungan rumah dan lingkungan bermainnya.

Pendidikan disekolah merupakan pendidikan formal yang tentunya mempunyai aturan,  juklak maupun juknis serta regulasi tentang pendidikan yang telah di atur oleh pemerintah, oleh sebab itu pendidikan disekolah yang hanya singkat dengan waktu yang terbatas 5 sampai 6 jam tentunya membatasi ruang pendidik untuk lebih leluasa untuk menerapkan dan menanamkan karakter kepada siswa karena terkendala dengan aplikasi pembelajaran dikelas.

Pendidikan karkter harus lebih banyak implementasi ke kegiatan yang berbentuk fisik seperti kepramukaan, gotong royong dan kegiatan lainya yang mampu menanamkan nilai-nilai karakter agar mampu tertanam dalam sifat dan perilaku mereka.

Semakin banyaknya tindakan amoral dan tindakan yang diluar batas kewajaran rasio umur mereka, sangat memprihatinkan bagi kita semua  saat ini dimedia masa maupun elektronik santer terdengar dan terlihat kapasitas anak sekolah Dasar seharusnya tidak pantas melakukan pencabulan terhadap anak seusianya, pembunuhan dan penganiyaan terhadap teman kelasnya. Tindakan ini sangat miris kalau kita telaah dengan akal sehat kita,  seharusnyanya hanya pikiran dan perilaku orang dewasa yang mampu berbuat seperti itu. 

Saat jenjang taman kanak-kanak adalah saat mereka bermain, sekolah dasar adalah tentang ketika meniru, jenjang menengah pertama merupakan fase mereka menemukan siapa mereka dan fase menengah atas adalah dimana fase melanjutkan siapa mereka ketika mereka di tingkatan menengah permata. Tingkatan ini harus pintar kita pahami terhadap anak-nanak didik kita baik guru, orang tua dan kita semua.

Menanamkan budaya saling membantu, asah, asih, dan asuh, toleransi, mencintai sesame, respek terhadap lingkungan adalah dengan mengajak mereka dengan menanamkan nilai gotong royong bentuk dari mendidik mereka dengan menanamkan nilai gotong royong.

 merupakan karakterFormula dan farmasi untuk merumuskan pendidikan karakter harus diperkuat untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa tingkat dasar, karena saat ini umur tingkatan dasar seperti  ini yang harus kita bina dan didik, karena ibarat sebuah rumah kekokohan sebuah banguna tergantung pondasinya. (Efan)

0 comments:

Post a Comment