Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Sunday, 16 November 2014

Harga di Pasar Naik Ibu Rumah Tangga Mengeluh



KM LENGGE WAWO,- Sejumlah Ibu-Ibu rumah tangga yang belanja di sejumlah Pasar Desa di kecamatan Wawo mengeluhkan naiknya sejumlah harga di pasar. Kenaikan harga bumbu bumbu dapur, Sembilan bahan pokok (Sembako) seperti  sayur mayur, cabe, ikan, telur beras dan sejumlah bahan lainya merengsek naik karena dipicu informasi pemerintah yang ingin menaikan harga BBM bersubsidi.
Pantauan kampung-media.com, Sabtu pagi (15/11) persediaan barang masik tersedia stoknya di pasar, belum ada barang-barang dan bahan dapur yang sulit untuk di didapati.  Dipasar desa Maria misalnya, tampak aktifitas ibu-ibu rumahtangga yang belanja dan para penjual yang menjajakan barang dagangannya berjalan normal dan seperti aktifitas biasanya seperti hari-hari sebelum informasi kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah.

Saat memantau keadaan di Pasar Desa Maria, KM Lengge mewawancarai sejumlah ibu rumah tangga, Nining misalnya, Ibu URT warga desa Maria ini mengaku sejumlah barang 1 minggu terakhir ini naik. Harga cabe rawit semula 1 kg harganya 8 ribu rupiah sekarang ini naik menjadi 18 hingga 20 ribu rupiah meningkat 100 porsen sedangkan Cabe keriting 5 hingga 7 ribu rupiah naik menjadi 12 ribu rupiah naik hingga 9o porsen. Begitu juga harga tomat yang biasa dijual 5 biji 5 ribu rupiah sekarang menjadi 10 ribu rupiah. 

“Harga di pasar semuanya naik, termasuk ikan, sayur-sayuran juga, biasanya pedagang di pasar di desa ada yang dijual per kg ada juga yang dijual perbiji atau takaran mereka, karena sepertinya ibu-ibu penjual membeli langsung di pasar utama di Kota Bima atau langsung mengambil di kebun pedagang utama di Wawo”, ujar Nining.

Begitu juga dengan Ibu Suhada Warga Desa Pesa, mengaku beberapa harga bahan dapur dipasar mulai naik. “Harga ikan tongkol kalau 2 atau 3 minggu lalu dengan ukuran sedang dijual dengan harga 5 ekor ikan 5 ribu rupiah sekarang naik menjadi 10 ribu rupiah per 5 ekor ikan tongkol. Begitu juga ikan teri, maupun bandeng, naik berdasrkan takaran mereka yang dijual per ekor, ada yang naik 2 ribu rupiah ada juga yang naik ke harga hingga 5 ribu rupiah sampai dengan 1o ribu rupiah”, ujar Suhada.

Senada dengan 2 ibu URT di atas, Hadijah (45) warga desa Ntori mengelauhkan kenaikan harga sayur mayor maupun sejumlah bahan dapur dipasar desa di kecamatan Wawo.”Seharusnya pemerintah jangan menaikan harga BBM atau jangan di wacanakan dulu, sebab belum diumumkan oleh pemerintah sejumlah harga di pasar naik, apalagi sudah diumumkan resmi oleh pemerintah  pasti harga serentak naik”, ujar Hadijah.

Para ibu-ibu rumah tangga ini berharap pemerintah jangan menaikan harga BBM karena mengakibatkan sejumlah sembako naik juga, kita ibu rumah tangga jadi jadi imbasnya karena sejumlah kebutuhan pokok lainnya harganya naik. “Boleh saja pemerintah menaikan harga BBM namun perlu diperhatikan juga kenaikan harga barang, sembako maupun bumbu dapur lainya, termasuk harga atau biaya transportasi pasti naik, kami minta untuk kebijakan dan meninjau harga-hatga lainya”, ujar ibu-ibu,  Hal itu di amini oleh sejumlah ibu-ibu lain yang berada di pasar saat di wawancarai. (Efan)

0 comments:

Post a Comment