KM LENGGE WAWO.- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Wawo tampaknya terus berbenah dalam menata sarana,
prasarana serta fasilatas dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah. MTsN
Wawo sudah sekitar 2 bulan memberlakukan Absensi elektronik
multi-biometric identification dengan tujuan agar kedisiplinan guru dan
pegawainya untuk hadir di sekolah.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)
Wawo Ismail, S. Ag , Saat di temui di
ruanganya mengatakan bahwa setelah diterapkan Absensi Face Finge elektronik (AFFE) ini
tingkat kehadiran guru di sekolah meningkat dan tepat waktu dibanding hari-hari
biasanya. “Kalau sebelum diterapkan AFFE
sekolah kita tingkat kehadirannya tetap bagus, para guru dan tenaga
administrasi dan TU lainya tetap disiplin dan hadir di sekolah, namun sejak ada
Absen Elektronik ini lebih meningkat dan disiplin serta tepat waktu, ujar
Ismail.
Lebih lanjut Ismail menjelaskan, Peningkatan
kehadiran dan disiplin waktu para guru dan pegawai diakibatkan oleh sistem berfungsi
AFFE ini bekerja merekam wajah guru dan pegawai yang hadir sekitar pukul
07.00-07.25 wita, kemudian menolak guru dan pegawai yang terlambat hadir dan dianggap absen, sedangkan absensi waktu
pulang sesuai dengan ketentua pukul
13.30 hingga pukul 14.00 Wita. Bagi yang pulang duluan sebelum atau sesudah jam
tersebut di anggap bolos tanpa absen dulu.
Aktifitas guru yang menempati ruangan guru meningkat dan tingkat
kehadirannya juga hampir 100 porsen. Cara seperti ini meningkatkan kualitas
kerja guru dan pegawai, sehingga tidak ada guru dan pegawai yang pulang duluan
atau bolos, mereka tetap beraktifitas disekolah mempersiapkan segala bahan dan
materi pembelajaran.
Absensi elektronik yang dipesan khusus di tokoh komputer ini bekerja dengan sistem sensor jari dan wajah, jadi guru atau pegawai ketika melakukan absen harus menyetorkan wajah didepan alat ini kemudian sebuah minicam yang berada di alat tersebut akan merekam wajah dan mengidentifikasi jari lewat sensor pengenal jari para guru dan pegawai di MTsN Wawo.
“Alat ini sudah di seting secara otomatis
berdasarkan waktu yang telah kita tentukan dalam rapat bersama seluruh guru dan
pegawai, dan kemudian hasil absen berupa wajah dan jari ini akan tersimpan di
database Personal Komputer”, ujarnya.
Kekurangan absen elektronik ini adalah belum mampu berintegrasi dengan kantor Depag, sehingga kedepan absen elektonik seperti ini bisa berintegrasi secara online dengan kantor Depag di daerah maupun di pusat agar tingkat kehadiran guru dan pegawai tidak bisa direkayasa, bisa memantau langsung kehadiran guru dan pegawai disekolah mauapun di instansi pemerintah.
Diharapkan seluruh sekolah dan instansi
pemerintah menerapkan absensi elektronik agar tingkat kehadiran guru, pegawai
di sekolah maupun kantor, baik dari segi kedisiplinan bekerja maupun disiplin
waktu sehingga meningkatkan kinerjanya. (Efan)
0 komentar:
Posting Komentar