Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Thursday, 14 April 2016

Penanaman Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat


KM LENGGE,-  Kayu putih sebagai salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Beberapa sumber menyebutkan, dari kebutuhan dalam negeri terhadap permintaan kayu putih sebesar 1.500 ton per tahun, baru dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri kurang lebih 500 ton per tahun.

          

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, Indonesia mengimpor minyak kayu putih ini dari China. Hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya peluang untuk pengembangan industri minyak kayu putih masih terbuka lebar.
            

"Masyarakat yang bermukim di sekitar lahan perusahaan Sanggaragro Karya Persada harus mendapatkan manfaat utama dari keberadaan perusahaan ini". Demikian Ungkap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri Selasa (12/4)  saat memberikan sambutan pada kegiatan tanaman perdana pohon kayu putih di desa Oi Katupa Kecamatan Tambora. 
       

 Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri yang hadir bersama Wabup Drs. Dahlan M. Noer, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Ny. Rostiati S.Pd dan para Kepala SKPD mengatakan bahwa perusahaan telah melakukan kegiatan penanaman sejak tahun 2015. Mudah-mudahan dalam waktu 2,5 tahun hasilnya telah dapat dimanfaatkan.
          

Bupati Indah menitip pesan agar dengan beroperasinya perusahaan ini, masyarakat setempat khususnya di Kecamatan Tambora dan Sanggar dapat menerima manfaat utama kehadiran perusahaan dan diharapkan kegiatan sektor perkebunan ini dapat menyerap tenaga kerja  secara merata. 
         

Terkait investasi, Bupati kembali menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan investasi di daerah ini. "Kepada para investor, Pemerintah Daerah berupaya untuk memberikan rasa aman, meskipun disadari bahwa di dalam setiap perubahan pasti ada dinamika,  perusahaan diharapkan dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan masyarakat tidak dirugikan dengan kehadiran perusahaan.
Penanaman kayu putih penting untuk membantu menghijaukan lahan, mengembalikan kondisi hutan yang kritis tersebut. Karena kondisi lingkungan di kawasan Tambora dan sekitarnya telah  mengalami perubahan yang cukup memprihatinkan karena banyak sekali pengurangan pepohonan.
Mudah-mudahan keberadaan PT Sanggaragro akan dapat menarik perusahaan lainnya untuk melakukan kegiatan investasi di Kabupaten Bima". Jelas Bupati.
              

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan  Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM menyampaikan apresiasi atas dimulainya investasi penanaman kayu putih ini .
        

"Meskipun aktivitas perusahaan telah lama pasif, namun Alhamdulillah sudah ada  kegiatan dengan dilakukannya pembibitan . Ini berarti bahwa pohon kayu putih yang dulunya hanya dibudidayakan di Ambon Provinsi Maluku kini telah dikembangkan di Kabupaten Bima. Dirinya berharap investasi ini akan terus berkembang, sebab bila pohon yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik maka sumber mata air juga akan terjaga".  Terangnya.
         

 Menutup sambutannya, Husnanidiaty meminta
masyarakat untuk menciptakan suasana kondusif dan mendukung keberadaan perusahaan yang akan menyerap perusahaan 1.500 orang tenaga kerja ini.
          

Direksi PT Sanggaragro Karya Persada yang diwakili Deputi Manager Trianda Sembiring mengatakan, "PT Sanggaragro melakukan pembibitan pada lahan seluas 13 ha dengan target 8,8 juta bibit dan menyerap 400 orang tenaga kerja. 
        

 Untuk kebutuhan pengembangan kegiatan, saat ini tengah dilakukan pembersihan (clearance) lahan seluas 150 ha. Penanaman perdana secara simbolis ini menandai  target penanaman 20 juta pohon pada lahan 4.000 ha . Pada tahun 2017 mendatang, akan dilakukan pembangunan pabrik pengolahan minyak kayu putih dan bila berhasil maka perusahaan akan mampu menyerap 1.500 orang tenaga kerja". Ungkap Trianda.
           


Trianda menambahkan, dengan adanya peningkatan kegiatan PT. Sanggaragro maka tentu saja akan memiliki efek domino bagi warga Kecamatan Sanggar dan Tambora dalam hal peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup hidup warga setempat. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan pemerintah agar tujuan pembangunan perkebunan Sanggaragro ini dapat tercapai". Harap Trianda. HP Bima (Efan)

0 comments:

Post a Comment