Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Sunday, 22 December 2013

Anak Ayam, Kok Mahal!


KM. LENGGE WAWO,- Sore itu rombongan pejabat Kantor Inspektorat Setda Kabupaten Bima, baru saja kembali dari tugas pembinaan aparatur negara di Kecamatan Langgudu. Namun, baru sekitar beberapa puluh meter melewati Desa Ngali Kecamatan Belo, mendadak seorang pemuda menahan laju mobil dinas (Mobdis) yang dikendarai pejabat Inspektorat itu.

Inspektur Drs Abdul Wahab dan kini sudah menjabat Sekda Kabupaten Bima menghentikan kendaraan dan membuka kaca mobil seraya bertanya, ada apa. “Maaf bos, bapak telah menabrak anak ayam ini hingga tewas mengenaskan,” ujar seorang pemuda sambil memerlihatkan anak ayam dalam genggamannya.

“Kalau begitu, apa maumu?,” kembali Pak Wahab bertanya kepada pemuda itu. “Bapak harus bertanggungjawab dengan kematian anak ayam ini,” tegasnya dengan nada mengancam. “Tidak usah mengacam dan bertele-tele sebutkan saja keinginanmu,” kata Pak Wahab membatasi dialog.

“Intinya, bapak harus bayar anak ayam yang telah mati ini,” katanya. Karena tidak ingin banyak berkomentar Pak Wahab menyerahkan uang senilai Rp50 ribu. Apalagi, anak ayam itu baru beberapa hari menyapa dunia.

Maaf bos, kata anak muda itu, anak ayam ini berjenis kelamin betina. Jika berusia dewasa akan bertelur dan beranak-pinang, tentu akan banyak keturunannya. “Masa hanya dibayar dengan harga murah,”. Dengan berat hati Inspektur kembali merogoh kantungnya dalam-dalam dan menyerahkan uang senilai Rp100 ribu.

Dasar tidak mau bersyukur, anak muda itu masih meminta tambahan lagi sembari bercerita akan lahirnya anak-pinang dari keturunan anak ayam yang telah mati itu. Dengan perasaan dongkol Pak Wahab mulai memerlihatkan wajah geramnya dan tangannya menunjuk Autoseat Organizer (AO) untuk menyimpan barang-barang di mobil kepada Pak Suryadi yang duduk di sampingnya. Bapak tiga anak ini membatin dan tidak ingin dikibuli pemuda ingusan.

“Pak Sur, tolong ambilkan pistol di AO. Orang ini harus diberi pelajaran, apalagi lokasi ini sepi. Kita tembak saja,” ucapnya dan menatap tajam anak muda itu. Mendengar ucapan dan tatapan tajam bak harimau lapar itu, spontan raut wajah anak muda tersebut memutih tak berdarah bak pocong-pocongan. Dalam hitungan detik pemuda itu pelan-pelan menghidupkan sepeda motornya, lalu balik haluan sembari menancap gas.

Ternyata, akting bohong-bohongan itu hanya satu tipuan saja. Sesungguhnya pistol itu hanya akal-akalan saja. “Kena deh tipuan kita, masa anak ayam baru beberapa hari harganya mahal amat. Inspektur kok mau ditipu,” pungkasnya sambil tertawa ngakak dan tidak menyadari dirinya sudah dikibuli. Wkwkwkwkwkwkwkwkkkk… (AJI) 

1 comments:

Post a Comment