Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Wednesday, 29 April 2015

Desa Sambori Ingin Kembalikan Ikon Desa Budaya


KM LENGGE WAWO,- Tim Lomba Desa tingkat Kabupaten Bima tahun 2015 hari ke Enam menilai Duta lomba desa asal kecamatan Lambitu yaitu desa Sambori. Sebanyak 14 orang perwakilan dinas terkait yang tergabung dalam tim juri lomba desa, P2WKSS dan Posyandu disambut meriah oleh Camat Lambitu, Kepala Desa dan ratusan masyarakat di Kecamatan Lambitu.


Camat Lambitu, Kurniawan, S. Sos, dalam sambutannya, mengucapan terimaksih dan semoga kerasan mengunjungi Desa Sambori kecamatan Lambitu yang berada di puncak Bima.    Diakui Kurniawan,  desa Sambori dengan segala fasilitas yang minim, tentu masih terdapat kekurangan baik dalam menata lingkungan maupun kelengkapan administrasi. Untuk itu, dirinya mengharapkan kepada tim juri agar membimbing aparat desa maupun warga Sambori dalam menata lingkungan dan melengkapi data. 

Pada kesempatan lomba desa ini, Kurniawan mengungkapan keinginannya untuk mengembalikan ikon desa Sambori sebagai desa budaya yang pernah melekat pada beberapa tahun sebelumnya. "Sangat disayangkan potensi pariwisata budaya dan pariwisata alam yang pernah dimiliki desa Sambori kini telah hilang, padahal potensi ini sangat mendukung ekonomi warga". Ungkap Camat.

Melalui lomba desa ini, kami selaku pemerintah kecamatan bersama warga berkomitmen mengembalikan ikon desa Sambori sebagai desa budaya dengan cara membangun kembali situs "uma lengge" dan memelihara situs-situs lainnya termasuk menjaga kelestarian hutan agar tetap sejuk.

Mendukung keinginan Camat untuk mengembalikan ikon budaya, Kepala Desa Sambori Muhtar, SE  bersama tokoh masyarakat mulai giat mencari keberadaan situs-situs lainnya maupun objek pariwisata seperti air terjun yang ada di desa. Selain itu, dengan memanfaatkan budaya gotong royong,  bersama warga dan aparat desa tengah dibangun kembali situs yang pernah hilang.

Selanjutnya, Muhtar memaparkan minat pendidikan warga Sambori meningkat setiap tahunnya. Hal ini dilihat dari siswa yang tamat SLTP pada tahun 2013 hanya 364 meningkat 372 tahun 2014, D3-S1 sebanyak 51 orang pada tahun 2013 menjadi 58 orang tahun 2014.

Pada bidang ksehatan masyarakat, sarana kesehatan seperti Posyandu, Pustu dan Poskesdes telah tersedia dan poyandu rutin dilaksanakan setiap bulan. Masyarakat yang sebelumnya melahirkan di dukun sekarang sudah melahirkan di Poskesdes.

Pada bidang ekonomi masyarakat, tingkat kesejahteraan masyarakat mengalami kenaikan, hal ini dilihat dari penghasilan per tahun. Pada tahun 2013 hasil pertanian mencapai Rp. 2,4 juta meningkat menjadi Rp. 2,6 juta tahun 2014. Ini merupakan suatu bukti pemerintah mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi pertanian dan penggunaan bibit unggul.

Bidang partisipasi masyarakat, partipasi masyarakat Sambori terhadap pembangunan cukup tinggi. Hal ini dilihat dari tingginya ketelibatan masyarakat dalam hal gotong royong, seperti pmberihan jalan, kuburan, dan pembukaan jalan ekonomi.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim penilai Drs. Gunawan menjelaskan perlombaan desa dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan tingkat nasional.    Gunawan juga menambhagkan,  indikator penilaian lomba sesuai Permendagri nomor 13 tahun 2007 terdiri dari 8 bidang penilaian diantaranya : pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat,keamanan dan ketertiban masyarakat, partisipasi masyarakat, peemrintah desa, lembaga kemasyarakatan desa dan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dengan 44 indikator dan 137 sub indikator. HP BIMA (Efan)

0 comments:

Post a Comment