Kampung Media Lengge Wawo, Sekretariat: Jalan Lintas Bima - Sape Km.17 Kompleks Lapangan Umum Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Telepon: 0374-7000447. Bagi yang ingin mengirim Tulisan Berita atau Artikel hubungi Nomor HP: 081803884629/085338436666

Rabu, 08 April 2015

TANAH AIR BULAN MERAH (untuk petarungku)

Di bawah bulan setengah rabun tanahku berwarna merah apakah langit dibingkai gincu hingga para bandit menyusur rongga malam.. di bawah bulan merah jingga sekeping perak  jatuh di kolong lumbung tanahku yang memerah memungutnya ... 


untuk menjadi tanah air bagi anak-anaknya anak yang berdiri di atas punggung ayahnya menyeret belati dan ibunya yang tak henti berdoa bagi pengampunan di bawah sepatu nakal putra bersarung bedil negeri ini semakin suram dalam kaca televisi yang dihiasi gambar-gambar badut, tidak menyeramkan, tetapi membunuh! politikus membunuh seniman seniman berdagang luisan bunting pedagang yang membunuh pewarta pewarta disuap birokrasi birokrasi korup mencari jalan jalan-jalan dipenuhi pelacur para pelacur masuk di rumah- rumah ibadah kotbah berbau sara.... hati agamawan dicemari limbah politik dan tentara hanya termangu menunggu perintah antri gaji bulanan sambil mengelus pucuk senjatanya para polisi sibuk membuat draft penerimaan calon polisi baru melabelinya dengan target angka-angka rupiah yang makin melonjak tinggi  para petani menggarap sepetak tanah, sepetaknya lagi digadai untuk membeli pupuk  para nelayan menerkam badai, menebar jaring untuk menangkap teri sementara kapal asing leluasa menguras isi samudera 
bedebah !!! hanya marah kosong seperti bau kentut  di bawah cahaya bulan yang memerah
rona gadis pantai melukis matahari di atas pasir menjaring puisi bagi sang jejakanya yang telah menjadi babu di negeri mimpi bulan merah ... puisiku belum usai.

(La Odet) - Efan

Tulisan Terkait :

  • Puisi Ini barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Sekali berarti Sudah itu mati. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. Puna… Selengkapnya
  • Renungan Sore Kala senja berkilau cahaya emas menyapamu, Mendekapmu hangat selaksa ibu memeluk anaknya, Adakah engkau menyadari kebesaran Tuhan, Akankah kau ber… Selengkapnya
  • Kepada Kawan, Khairil Anwar Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa, be… Selengkapnya
  • Prajurit Jaga Malam Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepa… Selengkapnya
  • Puisi Hari Ini :   Jika..... Jika kau mampu menegakkan kepala, ketika orang-orang di sekitarmu kehilangan segalanya dan saling menyalahkan. Jika kau mampu m… Selengkapnya

0 komentar:

Posting Komentar